USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Program Studi Ekonomi USD Adakan Economics Learning Competition 2019

diupdate: 7 tahun yang lalu



Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma (USD) pada tanggal 23 September hingga 16 November 2019 mengadakan kegiatan Economics Learning Competition (ELC) dengan tema “Generasi Milenial yang KRITIS (Kreatif, Inovatif, dan Solutif) dalam Menghadapi Era Industri 4.0”. Rangkaian kegiatan ELC ini diawali dengan Lomba Menulis Esai dan Foto Bercerita bagi pelajar tingkat SMA/SMK se-DIY dan sekitarnya. Tanggal 16 November 2019 merupakan puncak acara kegiatan ELC yang berupa Seminar dan Pengumuman Pemenang Lomba.

Seminar ELC dilaksanakan di Ruang Koendjono, Kampus II USD, “Generasi muda harus lebih berani dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ekonomi yang ada di Indonesia”, demikian petikan sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi, A. Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A. saat membuka acara seminar. Selanjutnya, sambutan dari Ketua Panitia, Aleksander Boleng. “Economics Learning Competition adalah ruang ekspresi dan aspirasi bagi generasi muda untuk turut serta berkontribusi mengatasi permasalahan pada era Revolusi Industri 4.0”, tuturnya.

Pembicara yang diundang dalam Seminar ELC 2019 adalah Dr. Stevanus Christian Handoko, S.Kom., MM., dari pihak pemerintah. Beliau adalah Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Komisi A-Bidang Pemerintahan. Kedua, Arief Boediman, beliau adalah Founder @kulineryogya, dan sebagai perwakilan dari Generasi Muda. Seminar ini dipandu oleh Vilia Kojongian, mahasiswi Program Studi Ekonomi, sebagai moderator.

Sesi pertama, pemaparan materi oleh Dr. Stevanus Christian Handoko, S.Kom., MM. Beliau menyampaikan yang membedakan Revolusi 3.0 dengan 4.0 adalah terletak pada penggunaan teknologi yang lebih maju. Inti dari Revolusi Industri 4.0 adalah perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), Big Data, Robotic, 3D Printing, Digital Economy. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemunculan super computer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Pada sesi kedua, Sdr. Arief Budiman bercerita mengenai bagaimana ia merintis akun @kulineryogya. Bermula dari keisengan, dan termotivasi dari akun Instagram Kulinermedan yang berisi tentang informasi kuliner yang ada di Kota Medan, beliau menggunakan Instagram untuk membuat akun yang berisi tentang kuliner yang ada di daerah Yogyakarta (@kulineryogya). Tidak hanya melalui akun Instagram, beliau juga mempublikasikan usahanya melalui akun Youtube. Ia harus memulai dari nol karena pada saat itu ia belum memiliki personal brand yang kuat. Persis karena itu, ia mengajak mahasiswa-mahasiswi untuk mulai membangun personal branding dari sekarang. Konkretnya, ini berarti membuat konten yang selalu menyesuaikan personal branding, konsisten, dan menjalin networking yang besar dengan mencari teman sebanyak-banyaknya. Beliau juga mangatakan bahwa “dengan internet, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk pintar dan sukses tanpa memandang umur”.

Pada akhir kegiatan, kedua pembicara mengingatkan semua peserta untuk terus-menerus melakukan upgrade diri tidak hanya melalui perkuliahan rutin di kampus. Mahasiswa perlu mengembangkan diri dengan aktif berpartisipasi dalam komunitas, magang, kerja part time, dan lain sebagainya. Ini semua akan memberikan pengalaman berharga yang dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. Pada akhirnya, ini akan menyiapkan generasi muda untuk bisa bersaing di global market yang semakin kompetitif.

(CHS)

  kembali