USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Rayakan Dies Natalis ke-64, USD Adakan Seminar bagi Dosen

diupdate: 7 tahun yang lalu




Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menyelenggarakan seminar untuk dosen USD pada hari Kamis (12/12) bertempat di Ruang Drost Kampus III USD. Seminar dengan tema “Peran Kebudayaan dalam Strategi Pembangunan Bangsa” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis USD ke-64.

Dalam sambutan pembuka, Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD menyampaikan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka secara politik selama 74 tahun, bangsa Indonesia masih berjuang keras membangun sistem demokrasi dan politik, serta ekonomi yang menyejahterakan. Namun, dalam upaya mencapai tujuan tersebut kita menyadari adanya persoalan besar dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan yang merupakan sinergi dari berbagai kebudayaan lokal. Selain itu, kehidupan era global saat ini telah melahirkan berbagai aliran dan praktik kehidupan yang cenderung eksklusif dan dikhawatirkan dapat mengancam eksistensi sebagai bangsa yang memiliki kebhinnekaan di berbagai aspek kehidupan seperti suku, agama, ras, maupun bahasa.

Seminar ini dibagi dalam 2 sesi, yaitu sesi pertama yang diisi dengan pemaparan materi dari 2 pembicara dan sesi 2 yang diisi dengan diskusi tanya jawab. Pembicara 1 adalah Dr Jean Couteau yang merupakan seorang budayawan dan pengamat seni asal Perancis yang telah lama bermukim di Indonesia. Dr Jean Couteau menyampaikan materi dengan judul “Ilusi Jiwa Bangsa, Dampak terhadap Kebudayaan dan Jalan Keluarnya” yang berisi mengenai kritik terhadap kebijakan kultural yang berlandaskan konsep “jiwa bangsa” yang masih menghinggapi kamu pengambil keputusan dan masyarakat Indonesia. Seni magis dari kebudayaan Indonesia cenderung menghilang akibat komersialisasi dan ikonisasi. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan kebudayaan yang baru yang berkaitan dengan kebudayaan daerah dan kebudayaan modern.

Pembicara kedua adalah Yustinus Tri Subagya, M.A., Ph.D., seorang dosen program pascasarjana Ilmu Religi dan Budaya USD. Beliau menyampaikan materi yang berjudul “Menjadi Cerdas dan Humanis di Zaman Antroposen”. Dalam materi ini beliau mengajak peserta seminar untuk berefleksi mengenai apa yang telah dilalui dan diperbuat dalam bangsa ini hingga sekarang serta melihat lebih dekat pada situasi dan status masyarakat untuk menunjukkan latar belakang keragaman sosial. Beliau juga mengulas kembali warisan-warisan peristiwa di Indonesia yang terjadi 20 tahun terakhir yang tidak diselesaikan secara memadai sehingga beresiko meninggalkan membekas dan rentan terhadap terjadinya perpecahan.

Pemaparan materi tersebut diakhiri dengan diskusi tanya jawab yang dipandu oleh Romo Heri Setyawan, S.J., S.S., M.A. Setelah diskusi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama.

(FBA & DM)

  kembali