Sebuah tema sederhana yang ditampilkan dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2011. Acara ini berlangsung di sekitar lingkungan toko Timboel Keramik, Kasongan, Bantul, dilaksanakan oleh Yayasan Asa Pradana dan diikuti oleh 75 anak-anak usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di sekitar wilayah Yogyakarta.
Tujuan diadakannya acara ini untuk membangun kesadaran mengenai pelestarian bumi dan alam sejak dini dengan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan. Acara diawali dengan pembuatan yel-yel dengan tema hari bumi untuk membangkitkan semangat. Selanjutnya peserta diajak untuk menjelajahi "Hutan Tropis". Dalam penjelajahan "Hutan Tropis" ini peserta diajak untuk melihat, merasakan, dan mengekplorasi kehidupan alam seperti mengenal hewan, melihat peristiwa jatuhnya air, dan melihat lukisan serta foto mengenai bumi. Setelah itu, peserta diajak untuk melakukan outbound kecil yaitu dengan permainan halang rintang yang dibuat oleh teman-teman mahasiswa pencinta alam Tasikmalaya. Acara dilanjutkan dengan penampilan teater yang dipersembahkan oleh teman-teman dari teater garasi. Hiburan yang mendidik lainnya terlihat dari aktivitas peseta dalam memanfaatkan air dan udara. Antusias peserta semakin tampak ketika peserta diajak untuk melihat dan melakukan percobaan dengan menggunakan alat-alat dan bahan sederhana untuk menjelaskan proses terjadinya gunung meletus.
Pada kesempatan ini, Asisten Divisi Training (ADT) Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma turut ambil bagian sebagai pendamping kelompok peserta. Ada 18 mahasiswa ADT yang terlibat, yaitu David, Devi, Vero, Ferra, Rea, Dita, Bora, Dewi, Yovi, Ninda, Nanda, Al, Fil, Bryan, Vivin, Sinto, Putra, dan Vista. Menurut Devi, acara ini menarik dan tepat diberikan kepada anak-anak usia PAUD, karena sesuai dengan tahap perkembangannya, anak-anak dapat menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang diberikan kepadanya serta menjadikan kesempatan yang baik untuk belajar dan berlatih. Dengan demikian diharapkan informasi serta interaksi dengan lingkungan sekitar dapat memotivasi anak untuk melestarikan lingkungan sekitarnya. Wanita yang juga menjabat sebagai koordinator ADT ini menambahkan bahwa kegiatan dalam rangka hari bumi ini menjadi sebuah tambahan pengalaman dan proses belajar bagi mahasiswa ADT dalam melatih anak-anak usia PAUD. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa ADT juga mampu memaknai pentingnya melestarikan lingkungan demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang.
Acara ini ditutup oleh ikrar atau janji yang diucapkan bersama oleh anak-anak PAUD untuk menjaga bumi dengan cara melakukan hal-hal sederhana seperti buang sampah pada tempatnya, menggunakan air dan listrik secukupnya serta menjaga lingkungan sekitar.
Pengalaman yang singkat namun penuh makna, membuka kembali kesadaran untuk melihat dunia dan kehidupannya. Belajar dari sosok si kecil yang penuh semangat untuk menjaga bumi tercinta, tergerakkah hati kita untuk bersama menggandeng tangan si kecil demi masa depan yang cerah? Beranikah kita menjadi pahlawan bumi seperti yang selalu dijawab dengan kepastian lantang oleh si kecil dengan menjawab "Siap!!" Karena semua ini demi kehidupan di bumi, karena "Aku Cinta Bumi". (DD)




