Sabtu, 19 Oktober 2019, Pusat Studi Ignasian mengadakan acara sarasehan spiritualitas yang merupakan acara rutin di Universitas Sanata Dharma (USD). Sarasehan ini menjadi salah satu sarana untuk merawat, menghidupi, membagikan, serta mengembangkan kekayaan spiritualitas Ignasian kepada khalayak. Tidak hanya masyarakat USD, namun banyak mahasiswa dari universitas lain beserta masyarkat Yogyakarta yang menghadiri sarasehan ini. Sarasehan 2019 mengambil tema “Jalan Baru Kesucian Milenial” yang terinspirasi dari renungnan kisah hidup St. Aloysius Gonzaga yang merupakan seorang Yesuit, pengikut Ignasius. St. Aloysius Gonzaga memiliki tekad-semangat untuk “hidup lurus” di tengah orang-orang yang hidupnya “bengkok” di zaman itu. Ia berani melawan arus dan menjawab panggilan-panggilan atau kehendak Tuhan secara total merawat dan menemani para penderita penyakit pes, tanpa takut resiko ketularan.
Acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan sambutan oleh Drs. Y.B. Adimassana, M.A. selaku Ketua panitia, kemudian 
sambutan oleh Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD. Rangkaian acara terdiri dari 2 sesi. Sesi pertama diisi oleh Sr. Veronica Indrawati, PMY yang biasa disapa Suster In dan didampingi oleh Sr. Magdalena, PMY. Kedua suster tersebut mengabdi di panti Wredha Catur Nugraha Kaliori-Banyumas. Suster In beserta Suster Magdalena memaparkan tentang pengalaman menjawab panggilan Tuhan lewat “Caring dalam merawat para lansia” (generasi Baby Boomer) yang di era sekarang banyak ditinggalkan oleh anak-anak mereka. Kemudian, dilanjutkan sesi kedua oleh Dr. Yohana Titik Kristiyani yang mengupas “Parenting terhadap generasi alfa” (generasi saat ini yang berusia TK hingga Kelas II SD) dan Rm. Patrisius Mutiara Andalas, SJ yang membahas “Pendampingan terhadap generasi Z” (generasi yang saat ini duduk di bangku perkuliahan).
Drs. Y.B. Adimassana, M.A selaku Ketua panitia menuturkan bahwa tiga wilayah yang menjadi topik pembahasan dalam sarasehan ini merupakan wilayah yang cukup rawan dalam memanggil dan menantang untuk mempraktikkan “kesucian hidup model zaman milenial”. Harapan dari sarasehan ini adalah “dapat tumbuh semangat (spirit dan spiritualitas) caring yang tulus untuk menghormati, menghargai, dan merawat para lansia. Selain itu, caring dalam mendampingi anak-anak generasi alfa, dan caring untuk mendampingi kaum muda (generasi Z) agar dapat mengembangkan dirinya di zaman milenial.
(DM & KTI)




