USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pameran Lukisan PSIBK-PSGCC: "Seni Membuka Imaji"

diupdate: 7 tahun yang lalu




Rabu (21/8) Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) Universitas Sanata Dharma (USD) berkolaborasi dengan Parents Support Group for Gifted Children Jogja (PSGGC)resmi membuka acara pameran dan bedah karya anak gifted. Pameran tersebut akan berlangsung selama satu bulan 21 Agustus hingga 21 September 2019 di sepanjang selasar Beringin Bung Hatta, Kampus 1 USD. Kolaborasi kegiatan ini menjadi bagian dari visi dan misi PSIBK USD dalam mendukung perkembangan individu berkebutuhan khusus.

Opening ceremony tersebut terbuka untuk umum dan dihadiri dari berbagai latar belakang profesi. PSGGC sendiri merupakan komunitas yang terdiri dari para orangtua anak gifted dan pemerhati serta pendukung pengembangan anak gifted. Istilah gifted di Indonesia lebih dikenal dengan cerdas istimewa berbakat istimewa. Seseorang dikatakan gifted jika memiliki kecerdasan luar biasa atau di atas rata-rata bila dibandingkan dengan anak sebaya, dengan skor tinggi pada tiga area, yaitu intelegensia yang tinggi, kreativitas yang tinggi, serta komitmen terhadap tugas yang tinggi. Ketiga hal ini akan tampak jika individu dihadapkan pada sesuatu yang menarik perhatian mereka sesuai minat dan bakat yang dimiliki.

Orangtua dan guru di sekolah sering menuntut anak gifted untuk selalu menunjukkan prestasi akademik di sekolah. Faktanya banyak anak gifted yang memiliki potensi di bidang yang lain, misalnya bidang seni. Hal tersebut membuat PSGGC Jogja berupaya mengumpulkan beberapa karya anak teridentifikasi gifted yang sudah diteliti dan menampilkannya dalam sebuah pameran seni karya anak gifted. Pameran ini juga untuk memperingati HUT PSGGC ke-5, HUT PSIBK USD ke-10, dan The international Day of the Gifted.

Dalam pembukaan pameran terdapat juga diskusi karya 10 orang anak gifted yang telah dikurasi dan merupakan hasil studi Ardyawan, seorang guru dan pemerhati seni anak gifted. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan ruang ekspresi bagi anak gifted, serta memberikan edukasi kepada masyarakat luas secara umum, dan mahasiswa/calon guru secara khusus mengenai keunikan karya anak gifted yang berbeda dari karya anak seusianya. PSGGC berharap akan tumbuh pemahaman dan empati yang lebih baik lagi terhadap keberadaan anak gifted dalam masyarakat.

Selain pameran lukisan, terdapat agenda peluncuran buku ke-2 PSGGC yang berjudul “Menyongsong Pagi: Menyingkap Tabir Permasalahan Pendidikan Anak Gifted (Cerdas Istimewa) yang ditulis berdasarkan pengalaman 15 orangtua anggota PSGGC Jogja dalam mencari pendidikan yang sesuai dengan anak mereka, dilengkapi dengan analisa para pakar dan akademisi. Peluncuran buku ke-2 PSGGC tersebut akan digelar pada 21 September 2019, bersamaan dengan seminar pendidikan dengan tema “Pendidikan Anak Gifted, ABK yang Masih Terabaikan”.

(NW & PB)

  kembali