Hujan terus membasahi Yogyakarta. Sore itu, Kamis (24/3/11), terasa dingin dan tidak bergairah. Namun tidak dengan semangat panitia Gelar Budaya Nusantara Universitas Sanata Dharma. Mereka tetap berkobar membuka acara tersebut di panggung terbuka Kampus 2 USD Mrican, Jl. Affandi Yogyakarta. Kali ini bertemakan 'Beragam Budaya Bersatu Dalam Indonesia'.
Acara yang digelar 3 hari ini diwarnai beragam seni dan pertunjukan nusantara. Stand-stand budaya juga menghiasi acara tersebut. Yohanes Ony Yulian, selaku ketua panitia Gelar Budaya Nusantara mengatakan bahwa acara ini diilhami oleh keberagaman budaya civitas akademi USD. "Dengan rasa cinta, solidaritas, dan toleransi yang telah lama tumbuh di tengah pluralisme masyarakat saat ini, niscaya akan membawa harmonisasi bagi tumbuh kembang budaya di Indonesia", ungkapnya dalam pidato pembukaan.
Suhu dingin pembukaan acara gelar budaya bertambah hangat setelah paduan suara Cantus Firmus melantunkan tembang-tembang daerah yang telah diaransemen. Sesudahnya, Wakil Rektor III USD Romo C. Kuntoro Adi, S.J, M.A, M.Sc., Ph.D. dalam pidatonya menjelaskan bahwa gelar budaya kali ini merupakan rangkaian dari Dies Natalis USD bulan November lalu. Namun baru dapat terlaksana sekarang akibat bencana Gunung Merapi yang melanda Yogyakarta beberapa waktu lalu. "Dalam kebudayaan kita mengenal, belajar, dan menghargai keistimewaan tiap daerah. Dalam proses itu kita dapat mencoba merangkai mimpi, membentuk budaya baru. Karena penemuan itu akan sangat mungkin terjadi", imbuhnya dalam pidatonya.
Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Bapak H. Y. Aji Wulantoro, S.H. selaku Kepala Dinas Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Sleman, DIY. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Yogyakarta merupakan barometer kerukunan dan keamanan untuk kota-kota lain di Indonesia. "Siapa saja, agama apa saja, apapun golongannya, merupakan orang-orang yang harus dihormati dan dihargai. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang berbudaya, kita harus menjaga rasa aman dalam masyarakat sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab kita", ungkapnya.
Bapak Aji Wulantoro memukul gong pertanda acara Gelar Budaya Nusantara resmi dibuka. Macam-macam perlombaan daerah juga akan meramaikan gelaran budaya kali ini. Talkshow juga menghiasi pagelaran ini pada hari terakhir. G. Budi Subanar, S.J., Didik Nini Thowok, dan Den Baguse Ngarso menjadi pembicara dalam talkshow tersebut. Kegiatan Gelar Budaya seperti ini akan terus diadakan setiap tahun. (Cell)




