USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

English Action Days 2019: "Millenials! Dare to be Critical in Digital Era!"

diupdate: 8 tahun yang lalu



Menjadi generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah kemajuan zaman merupakan suatu kesempatan emas. Keberadaan teknologi membuat kita mudah melakukan segala pekerjaan, sehingga dapat mengerjakannya dengan mudah dan cepat. Kita bisa melakukan mobilisasi kemanapun dengan mudah meskipun tidak memiliki kendaraan pribadi. Kita bisa mengikuti model pakaian terkini dengan cepat. Kita bisa mendapatkan berita dan informasi secara luas dengan melakukan browsing yang hanya memerlukan hitungan detik untuk mengakses platform yang tersedia di internet. Dan tentunya, masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan.

Namun, teknologi tak selamanya membawa dampak positif. Ada beberapa hal yang perlu diketahui supaya kita sebagai “generasi milenial” tidak terjebak dalam jaring kemajuan zaman. Hidup di tengah perkembangan teknologi yang pesat membuat kita harus menjadi pribadi yang kritis dan tanggap terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. Maka, untuk menanggapi hal tersebut, program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD) berusaha memberi wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan kekritisannya dalam menanggapi fenomena yang terjadi di tengah era digital ini melalui kegiatan English Action Days (EAD).

Pada tahun 2019 ini, PBI sudah menyelenggarakan EAD yang ke-22. EAD merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk selalu menggali nilai-nilai positif dari setiap peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar. Pada kesempatan ini, EAD 2019 mengangkat tajuk “Millenials! Dare to be Critical in Digital Era!” Dengan tema tersebut, EAD 2019 berusaha untuk mengajak generasi muda lebih membuka diri, hati, dan pikiran terhadap perkembangan teknologi dan eksistensi generasi milenial sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, serta langkah yang perlu diambil untuk menyikapi keberadaan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diadakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu-Minggu, 6-7 April 2019.

Melalui lomba-lomba yang diselenggarakan, generasi muda diharapkan mampu mengolah dirinya sebagai generasi milenial yang tanggap dan kritis akan keresahan dan peristiwa memprihatinkan yang merupakan dampak negatif dari penggunaan teknologi. Ada tujuh cabang lomba yang dibuka bagi peserta, yaitu Debate, Drama, Musical Poetry, Speech, Story Telling, Writing, and Movie Making. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh 188 siswa SMA Se-Jawa. Dalam kegiatan ini, peserta akan saling berkompetisi untuk menjadi juara umum dan memperbutkan piala Gubernur DIY.

Selain kegiatan lomba, panitia EAD juga mengundang Febrian Nindyo Purbowiseso, gitaris band HIVI, sebagai pembicara dalam sesi talk show di Auditorium Driyarkara USD pada Minggu, 7 April 2019. Febri, sapaan akrabnya, dalam perbincangannya dengan mahasiswa PBI dan juga peserta lomba berbagi banyak hal baik yang tentunya sungguh menambah wawasan. Febri berbagi tips terutama bagaimana cara untuk memiliki self-management yang baik dalam menggunakan smartphone, bagaimana caranya bersikap dan berpikir kritis dalam menaggapi berita-berita yang tersebar luas di media online, dan juga bagaimana memaksimalkan teknologi untuk kebutuhan pendidikan kita secara bertanggung jawab. Setelah berbagi pengetahuan, dibuka kesempatan bagi peserta untuk bertanya. Mereka sangat antusias. Diskusi terbuka membuat seluruh peserta mampu memperkaya diri dengan pengetahuan baru. “Saya merasa senang mengikuti kegiatan ini. Selain menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris saya, saya juga bisa mendapat pengetahuan baru melalui talk show. Saya berharap kegiatan ini terus diselenggarakan.” ucap salah seorang peserta dengan penuh semangat.

(VYA)

  kembali