

Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (Pusdema) Universitas Sanata Dharma (USD) bekerjasama dengan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) mengadakan kuliah umum. Mengangkat tema berbeda dari diskusi-diskusi sebelumnya terkait demokrasi dan HAM, kali ini mengangkat tema “Matriarki, Dinamika Migrasi dan Heterogenitas Penduduk Nusantara”. Kuliah umum yang diselenggarakan di Ruang Multimedia Magister Manajemen, Kampus 2 USD pada hari Jumat, 12 April 2019 ini menghadirkan narasumber Ronnie Hatley. Ronnie Hatley, peneliti senior dari Amerika Serikat tentang hubungan sosial, ekonomi politik dan kebudayaan Indonesia.
Peserta yang hadir dalam kuliah umum berjumlah 62, tidak hanya dihadiri oleh dosen dan mahasiswa USD saja melainkan juga dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UIN Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kuliah Umum yang dimoderatori langsung oleh Kepala Pusdema USD Romo Dr. Baskara T. Wardaya, S.J. ini berlangsung apik dan menarik karena peserta aktif dalam memberikan tanggapan terkait hipotesa yang dipaparkan oleh Ronnie Hatley. Sebelum pemaparan materi dimulai, Romo Baskara membuka dengan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyebutkan bahwa kuliah umum ini diselenggarakan bukan semata-mata pemaparan hipotesa saja tetapi juga memberikan gambaran lebih luas tentang sejarah peradaban manusia di Indonesia yang nantinya dapat berguna untuk kita (baca: manusia).
Kuliah umum tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni pemaparan materi dan diskusi. Dalam sesi pemaparan materi, Ronnie Hatley menjelaskan tentang hipotesa yang sedang ditelitinya. Menurutnya, dinamika gelombang migrasi yang dilakukan oleh para penduduk Kepulauan Nusantara serta penduduk daerah-daerah lain yang berbahasa Austronesia yang terjadi antara 4000-2000 tahun lalu merupakan gelombang migrasi perantauan. Austronesia identik sekali pada tiga negara yaitu Australia, Amerika, dan Indonesia. Selanjutnya Ronnie Hatley menjelaskan tentang matriarki, karena pada prinsipnya matriarki adalah kepemimpinan yang didominasi oleh perempuan dalam hal apa saja. Pembahasan ini berlanjut hingga membahas tentang siapa nenek moyang kita dan berasal dari mana. Ronnie Hatley menjelaskan bahwa ada kemungkinan nenek moyang orang Indonesia berasal dari Taiwan, Papua, dan dari Pantai Champa. Pembahasan nenek moyang ini ditutup dengan lagu nenek moyangku seorang pelaut. “lagu nenek moyangku seorang pelaut ada dasarnya, karena mereka menemukan perahu bercadik dan pada masa itu sudah tergolong canggih karena dapat melawan angin.” ujarnya.
Menurut Romo Baskara, hal yang sedang diteliti oleh Ronnie Hatley adalah hal yang menarik dan akan membantu orang Indonesia. “selain kami sudah mengenal baik Pak Ronnie, kami juga melihat bahwa apa yang diselidiki Pak Ronnie ini tampaknya berguna untuk kita sebagai orang Indonesia. Beliau membantu kita melihat orang Indonesia bukan sebagai orang Indonesia dengan segala latar belakang sejarahnya saja, tetapi juga bagian dari dinamika migrasi yang lebih luas. Jadi ada pergerakan migrasi dari ribuan tahun yang lalu yang melatarbelakangi kita menjadi sekarang ini. Jadi, jika memang kita berbeda-beda itu memang sudah dari dulu, kita yang heterogen sudah dari lama jadi patut saling menghormati.” jelas Romo Baskara. Melalui kuliah umum ini, Romo Baskara berharap kita orang Indonesia mau untuk melihat sesuatu dalam konteks yang lebih luas, dan sebagai bangsa yang dinamis dan heterogen mampu menerima heterogenitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
(DPM & VHPR)




