USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

A Story of Wounds: Sebuah Kolaborasi EPACI

diupdate: 8 tahun yang lalu


Drama musikal merupakan cabang sastra yang menampilkan sebuah karya melalui pementasan cerita di depan publik. Tak hanya sekedar pementasan, drama menjadi media penyampaian pesan moral melalui sebuah kisah yang divisualisasikan oleh aktor dan aktris. Pesan yang disampaikan tentunya ditujukan untuk membawa nilai positif yang bisa dipetik untuk kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya A Story of Wounds. Drama musikal ini dipentaskan oleh mahasiswa Universitas Petra pada Sabtu (23/3/2019) di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD). Sebelum penampilan drama musikal A Story of Wounds, acara diawali dengan sambutan oleh Elisa Carolina Marion dan dilanjutkan oleh Rektor USD, Johanes Eka Priyatma, M. Sc., Ph.D. Dalam sambutan yang disampaikan, keduanya menyatakan adanya kerjasama yang akan dibangun terutama di bidang seni pertunjukan. Seni menjadi bagian yang cukup penting dalam bidang humaniora yang akan mendukung dan mendorong pemenuhan diri manusia.


Setelah penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan anggota konsorsium yang tergabung dalam English Performing Arts Consortium in Indonesia (EPACI). EPACI dibentuk untuk mempersiapkan sumber daya manusia profesional dalam pementasan seni berbahasa Inggris tanpa meninggalkan akar budaya bangsa Indonesia. Ada tujuh universitas yang tegabung dalam EPACI; Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta; Universitas Petra, Surabaya; Universitas Udayana, Bali; Universitas Sebelas Maret, Surakarta; Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga; Universitas Kristen Maranatha, Bandung; dan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang. Ketujuh universitas ini tergabung pula dalam Nationwide University Network in Indonesia (NUNI).

Drama musikal A Story of Wounds ditulis oleh Jessie Monika dan disutradarai oleh Stefani Irawan, S.S., M.A menjadi touring production Petra Little Theatre (PLT) yang pertama. Story of Wounds mengangkat sebuah kisah seorang perempuan yang mengalami kekerasan di dalam rumah tangganya. Hal ini menjadi sebuah kritik terhadap fenomena kekerasan yang banyak dialama oleh perempuan di luar sana. Drama ini diperankan oleh Emily Abigail, Agung Santoso Halim, Ellara Y. Ananda, Kevin Alexander S, Maria Natalia Damayanti Maer, Dita Berlian, dan Yonas Jiwanda P. Mereka mampu menampilkan sebuah pementasan yang sangat menarik dan luar biasa.

Penonton yang hadir dalam pementasan ini tidak hanya dari kalangan USD, tetapi juga dari luar termasuk universitas yang tergabung dalam EPACI. Mereka hadir bersama dosen untuk menyaksikan drama musikal ini. Gesta, salah satu penonton menyatakan kekagumannya akan pementasan A Story of Wounds. “Saya tidak menyesal menonton drama musikal ini karena worth it. Pemerannya sangat ekspresif dan menguasai cerita. Pemusiknya yang luar biasa memainkan backsound untuk menghidupkan suasana. Juga, lighting yang dimainkan sangat baik; mampu mendukung hidupnya cerita di atas panggung.” demikian jelasnya.

Penampilan ini diharapkan mampu menjadi semangat yang mendasari kerjasama antaranggota EPACI. Tak hanya itu, sebuah pementasan yang sangat ciamik pun diharapkan dapat tergarap dalam sebuah kolaborasi yang akan datang.

(YS & VYA)

  kembali