
Universitas Sanata Dharma (USD) adalah salah satu dari 21 universitas yang tergabung dalam Nationwide University Network in Indonesia (NUNI). NUNI memiliki tujuan untuk menciptakan keunggulan akademis melalui pertukaran mahasiswa, dosen, dan kerjasama penelitian. Di bawah naungan NUNI, tujuh universitas anggota bekerja sama membentuk English Performing Arts Consortium in Indonesia (EPACI) yang secara resmi telah diawali dengan penandatangan naskah EPACI pada hari Sabtu, 23 Maret 2019 di Auditorium Driyarkara USD. Penandatanganan naskah tersebut dihadiri oleh tujuh universitas terkait yaitu Universitas Sanata Dharma, Universitas Kristen Petra, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Udayana, dan Universitas Sebelas Maret.
Sebelum acara penandatanganan naskah dan pementasan drama dimulai, beberapa perwakilan mahasiswa dari tujuh universitas anggota EPACI berkumpul di Ruang Seminar, Auditorium Driyarkara USD, untuk berbagi dan berdiskusi mengenai drama berbahasa Inggris di universitas masing-masing. Diskusi ini bertujuan untuk berbagi pandangan dan memperluas pemahaman para mahasiswa mengenai drama berbahasa Inggris atau English Perfoming Arts yang selama ini telah dilaksanakan di universitas terkait. Selain itu, diskusi ini juga membantu mahasiswa dari universitas anggota untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa untuk berkarya melalui pementasan drama. Dengan pembentukan konsorsium pementasan berbahasa Inggris, mahasiswa mendapat wadah untuk berkarya dan unjuk diri dengan pementasan di universitas anggota lainnya secara bergiliran. Rencana pementasan berikutnya adalah Festival Drama Berbahasa Inggris di Universitas Kristen Maranatha, Bandung pada bulan April 2020.
Antusiasme dalam diskusi mulai nampak ketika setiap perwakilan universitas menyampaikan pengalaman pementasan drama berbahasa Inggris di universitas masing-masing. Diskusi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini menghasilkan kesimpulan bahwa pementasan drama berbahasa Inggris telah berjalan cukup baik di setiap universitas. Pementasan drama berbahasa Inggris yang telah berjalan terbagi menjadi kategori kelas wajib, Unit Kegiatan Prodi (UKP), Unit Kegiatan Fakultas (UKF), bahkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dalam pelaksanaannya, pementasan drama berbahasa Inggris mendapat dukungan universitas, seperti tersedianya tempat latihan, panggung pementasan, serta dana. Namun, tidak menutup fakta bahwa ada universitas yang tidak menyediakan fasilitas seperti tempat latihan maupun dana sehingga mahasiswa harus bekerja lebih keras. Melalui acara ini mereka juga mampu mengangkat isu-isu terkini melalui seni yang mereka lakukan dengan harapan bahwa langkah ini mampu menginspirasi para penonton untuk ikut sadar dengan isu-isu yang ada. Sisi lain yang menarik adalah seluruh perwakilan mahasiswa sepakat bahwa pementasan drama berbahasa Inggris merupakan sarana yang mengasah semua orang di dalamnya untuk mengembangkan soft skills. Selain itu, mereka juga sepakat bahwa pementasan di konsorsium ini merupakan wadah latihan untuk memasuki dunia kerja. Selain itu, mereka juga belajar nilai kekeluargaan, kewirausahaan,mengatur waktu dan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Katolik Soegijapranata menyampaikan bahwa pementasan drama berbahasa Inggris di Program Studi terkait belum berjalan dengan baik karena baru terbentuk tahun 2018 lalu. Namun, dengan adanya diskusi ini, mereka merasa terbantu melalui sharing pengalaman pada pementasan drama berbahasa Inggris yang telah berjalan dengan baik di universitas lain, “Jujur saja pementasan drama berbahasa Inggris di Program Studi kami masih baru, sehingga kami belum punya banyak pengalaman. Namun dengan adanya diskusi ini, kami sangat beruntung dapat mendengarkan pengalaman indah dari teman-teman semua. Terima kasih telah berbagi. Kami belajar banyak dari kalian.” kata salah satu perwakilan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa dari universitas lainnya banyak bercerita tentang kesuksesan mereka menampilkan drama berbahasa Inggris di kampus masing-masing. Dengan adanya EPACI, mahasiswa diharapkan dapat tampil di kampus lain.
(IRE & YAP)




