
Sebagai upaya meningkatkan kesiapan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran yang tanggap zaman, Pusat Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran (PPIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Lokakarya Flipped Learning. Acara yang berlangsung di Ruang Kadarman pada hari Jumat-Sabtu, 22-23 Maret 2019 ini mengundang para dosen seuniversitas. Terdapat pula lima (5) pembicara yang juga merupakan para dosen USD yang sengaja dihadirkan untuk berbagi pengalaman mereka. Pada dasarnya, flipped learning ialah pembelajaran di mana para siswa mempelajari di rumah terlebih dahulu materi yang akan didiskusikan pada pertemuan selanjutnya, sedangkan aktivitas di kelas akan diisi dengan diskusi, simulasi, maupun kegiatan berkreasi. Hal ini senada dengan konsep Taksonomi Bloom yang dipaparkan para pembicara mengenai strategi mengembangkan kemampuan berpikir kritis para siswa.
Pada hari pertama, acara dibuka secara resmi oleh Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Wakil Rektor 1 USD dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Monica Ella Harendita, M.Ed. selaku Kepala PPIP. Pembicara pertama yang menyampaikan materi ialah Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Beliau memberi pemaparan betapa teknologi berkembang pesat di era yang beliau sebut sebagai era ‘miyur’ ini dan bagaimana kita seharusnya bertindak mengambil langkah cepat untuk merespon perkembangan ini. Pembicara kedua ialah Ibu Mega Wulandari, M.Hum. yang memberi
materi secara terstruktur mengenai konsep flipped learning, sejarah, dan cara mengaplikasikan konsep tersebut dalam pembelajaran di kelas. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ibu Monica Ella Harendita, M.Ed. yang menjelaskan dua aplikasi yang bisa menjadi pilihan para dosen dalam memberi materi kepada mahasiswa, yakni Screencast-O-Matic dan Edpuzzle. Tidak hanya materi, beliau juga mengajak para dosen untuk mencoba mengaplikasikan kedua aplikasi ini melalui laptop yang mereka bawa.
Tidak kalah seru dengan hari pertama, kehadiran Bapak St. Christiono Eka Putra, S.T. yang menjelaskan bagaimana membuat konten digital melalui e-book pun dinilai memberi manfaat bagi para dosen yang hadir. Para dosen diajak untuk berlatih menyusun e-book yang nantinya bisa mereka berikan kepada para mahasiswa. Setelah cukup berlatih menyusun tiga konten digital selama dua hari, tiba saatnya bagi Bapak Dr. B.B. Dwijatmoko, M.A. untuk berbagi pengalamannya dalam menerapkan sebuah aplikasi yang beliau ciptakan sendiri untuk mendukung pembelajaran Pronunciation bagi mahasiswa PBI. Beliau mengungkapkan bahwa para mahasiswa yang berada di kelasnya merasa lebih termotivasi dengan kehadiran aplikasi tersebut. Mereka mendapat contoh bagaimana setiap kata diucapkan dengan tepat dan terlebih, mereka mengetahui secara langsung hasil kuis yang baru saja mereka selesaikan.
Sebelum acara ditutup, Ibu Ella selaku Kepala PPIP menyampaikan informasi mengenai hibah pembelajaran flipped learning yang menjadi topik lokakarya saat itu. Beliau berharap rangkaian kegiatan lokakarya dan hibah ini dapat memunculkan ide-ide kreatif dari para dosen untuk senantiasa menciptakan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan tanggap zaman. Diharapkan pula bahwa para mahasiswa nantinya dapat berpikir dengan semakin kritis dalam menganggapi setiap permasalahan dan menjadi insan yang mandiri dalam belajar, tidak melulu mengandalkan ‘suapan’ materi dari para guru atau dosen.
(Dhia)




