
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kecamatan Depok, Sleman bekerjasama dengan Kampus Universitas Sanata Dharma (USD) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (BEM USD) untuk menyelenggarakan acara sosialisasi pemilu dan posko A5 pada Jumat (15/2). Kegiatan ini didasari keinginan ketiga pihak tersebut untuk melindungi hak pilih mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta dalam Pemilu April mendatang. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa, namun juga terbuka untuk warga masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempermudah mahasiswa dalam mengubah lokasi pemilihan agar masih bisa menggunakan hak pilihnya.
Acara tersebut diadakan di dua Kampus USD, Kampus I Mrican dan Kampus III Paingan. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 WIB ini diisi oleh KPU dengan memberikan materi dan difasilitasi oleh BEM USD sebagai panitia. Materi yang diberikan adalah seputar bagaimana proses pemindahan data lokasi dan syarat-syarat yang diperlukan seperti Nomor Kartu Keluarga (KK), E-KTP, Alamat di Yogyakarta dan data TPS asal. Bagi mahasiswa yang sudah melengkapi persyaratan dapat langsung mengisi formulir yang akan dibimbing oleh panitia.
Selaku Menteri Koordinator Bidang Kemahasiswaan, Agata Sinta Puspita Sari berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa atau masyarakat. Ia menuturkan “walaupun kegiatan ini terbatas tempat dan waktu, namun BEM USD ingin memfasilitasi secara menyeluruh. Bagi mahasiswa yang belum sempat datang untuk mengisi formulir akan kami arahkan ke PPU sekitar yang mengadakan kegiatan serupa.”
Kegiatan ini dihadiri oleh banyak mahasiswa, dosen, dan karayawan USD. Peserta sangat antusias dalam menyambut kegiatan ini dilihat dari banyaknya minat untuk bertanya kepada panitia dan KPU terkait informasi mengenai Pemilu. Hal ini juga dirasakan oleh Yunita Indah, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar USD yang berasal dari luar Yogyakarta. “Saya sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, melalui acara ini, saya difasilitasi untuk dapat memilih walaupun tidak pulang kampung.” tuturnya. Sampai siang hari pun masih banyak mahasiswa yang berdatangan untuk mengikuti kegiatan ini.
(YDL & AHK)




