Memiliki pengetahuan yang luas merupakan hasil dari ketekunan membaca. Ada banyak sumber bacaan yang bisa mengantar kita pada kekayaan informasi mulai dari sumber tercetak seperti buku, jurnal, artikel, koran, dan majalah hingga dalam bentuk digital seperti e-book. Semua sumber tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan wawasan.
Edward Theodorus atau yang kerap disapa Edo adalah seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) yang memiliki kegemaran untuk membaca. Menurutnya, kegemaran ini bisa memberi banyak manfaat. Pendapatnya ini menggugahnya untuk membuka kesempatan bagi orang-orang di sekitarnya untuk mau menimba kekayaan informasi dari bahan bacaan.
Edo dan beberapa rekannya ketika masih duduk di bangku perkuliahan memiliki ide membuat perpustakaan yang terbuka untuk umum. Niat ini berawal dari pengalamannya menjumpai mahasiswa yang kesulitan dalam mencari referensi untuk skripsi mereka. Pada saat itu, Edo yang menjadi asisten seorang dosen mengetahui bahwa dosennya memiliki koleksi buku cukup banyak. Dia pun menyampaikan keinginannya untuk membuka perpustakaan dari koleksi buku yang ada dengan menggunakan sebuah ruangan kosong yang tidak terpakai di rumah dosen tersebut.
Perpustakaan ini berdiri pada tahun 2003. Nama perpustakaan ini adalah Institute for Change Behavioral Community (ICBC). Di perpustakaan tersebut Edo memfasilitasi pengunjung dengan adanya pustakawan yang akan membantu mereka ketika mengalami kesulitan berkenaan dengan pencarian referensi buku. Edward Theodorus yang menyelesaikan studi Magister (S2) dari The University of Waikato, New Zealand ini juga membuka layanan konsultasi skripsi khusus bidang psikologi pada hari Sabtu secara cuma-cuma bagi mahasiswa yang membutuhkan ruang untuk bertukar pikiran. Ia menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa membutuhkan tempat untuk berdiskusi supaya pengetahuan yang diperoleh dapat saling dibagikan satu sama lain. Dengan begitu, akan ada banyak hal baru yang bisa digali lebih dalam.
Edo memiliki harapan bahwa perpustakaan miliknya sungguh dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya bagi kalangan akademisi terutama dalam mencari referensi buku terutama bidang psikologi. Kecintaannya terhadap membaca pernah mengarahkannya untuk membuat kelompok membaca di Fakultas Psikologi USD. Namun, kegiatan tersebut hanya bertahan selama tiga semester. Hal ini tidak membuat Edo berhenti untuk terus meningkatkan minat baca pada mahasiswa. Ia kerap menyelipkan kegiatan membaca di dalam kegiatan perkuliahan yang diampunya.
Edo berharap agar masyarakat terkhusus anak muda memiliki kecintaan yang lebih dalam untuk membaca. Menurutnya ada banyak hal yang bisa didapatkan dari membaca. Membaca dapat memberikan kita wawasan untuk meningkatkan kualitas bahkan kemampuan diri. “Melalui membaca kita seperti menggali harta karun, pengetahuan adalah harta yang tak ternilai harganya.” ujar Edo.
(VYA & KCIP)




