Sejak tahun 2012, Program Magister Ilmu Religi dan Budaya (MIRB) Universitas Sanata Dharma rutin menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Tesis (LPT) dengan tujuan menjaga kualitas tesis mahasiswa dan membantu mempercepat kelulusan mereka. Karena itu, LPT wajib diikuti minimal satu kali oleh mahasiswa MIRB yang sudah lulus ujian proposal tesis. Pada praktiknya, ada sejumlah mahasiswa yang meskipun sudah tidak diwajibkan, merasa perlu mengikuti LPT lagi dengan harapan bisa terbantu menemukan pencerahan atas kesulitan yang sedang mereka alami dalam penulisan tesis.
Pada tanggal 29 November sampai dengan 1 Desember 2018, PMIRB kembali menyelenggarakan LPT di Griya Sejahtera, sebuah rumah retreat yang berada di Jalan Raya-Kopeng, Ngablak, Kopeng, Magelang, Jawa Tengah. LPT sengaja dilakukan
di luar kampus dengan harapan mahasiswa terbantu untuk fokus pada tesis masing-masing, namun juga tidak terlalu jauh supaya tidak banyak waktu yang terpakai untuk perjalanan ke lokasi. LPT kali ini diikuti 17 peserta. Sebagian besar peserta adalah mahasiswa semester tiga (angkatan 2017/2018) yang baru saja lulus ujian proposal tesis, dan ada beberapa mahasiswa angkatan lama yang masih dalam proses penulisan tesis. Tiga orang dosen yang mendampingi keseluruhan proses LPT adalah Dr. Yustinus Tri Subagya, Dr. Stanislaus Sunardi, dan Dr. Yustina Devi Ardhiani.
Prosesnya, menjelang LPT, peserta diminta mengumpulkan draft tesis untuk dipelajari oleh semua dosen pendamping. Pada hari pelaksanaan, setiap mahasiswa diberi kesempatan mempresentasikan draft masing-masing. Selanjutnya, dosen pendamping memberikan tanggapan dan masukan untuk mematangkan arah penelitian mahasiswa, supaya kualitas tesis mahasiswa bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Tidak jarang teman/sesama mahasiswa turut memberikan tanggapan dan masukan, sehingga terjadi proses belajar bersama, bekerja sama dan saling mendukung dalam menyelesaikan studi mereka.
Berdasarkan evaluasi dari peserta, semua merasa terbantu dengan adanya LPT dan mengusulkan supaya lokakarya semacam ini selalu diagendakan. Namun demikian, ada juga beberapa mahasiswa yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut untuk mematangkan arah penelitian mereka. Hal itu mengisyaratkan bahwa, meskipun PMIRB menyediakan fasilitas pendampingan intensif bagi mahasiswa, akan tetapi, tekad, disiplin belajar, dan usaha keras dari masing-masing mahasiswa tetap menjadi faktor yang paling menentukan kualitas tesis dan kelancaran studi mereka.
(YDA)




