Pusat Sejarah dan Etika Politik (Pusdep) Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma (IRB USD) mengundang khayalak umum dalam kegiatan Diskusi dan Bedah Buku ‘’Imajinasi dalam Seni’’. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (11/12) di Ruang Palma Gedung Pascasarjana Kampus 2 USD ini berlangsung cukup antusias dengan banyaknya tamu yang hadir dari berbagai daerah. Kegiatan ini merupakan diskusi publik bulanan yang ke-2, dengan tujuan untuk menghidupkan suasana keakraban antar mahasiswa untuk mendiskusikan masalah yang ditemui sehari-hari. Selain itu, acara ini juga didasari oleh keinginan merekatkan kampus dengan masyarakat melalui kegiatan diskusi yang mengkaji fenomena yang terjadi di masyarakat.
Narasumber dalam kegiatan ini yakni Yogie Pranowo selaku penulis buku ‘’Imajinasi dalam Seni’’ dan Y. Padmo Adi selaku penggiat teater yang merupakan Alumnus Ilmu Religi dan Budaya USD. Y.Padmo Adi merasa senang karena mendapat kesempatan untuk menjadi partner dari Yogie Pranowo yang tentunya akan membicarakan soal teater.
Dalam diskusinya, Yogie berpendapat bahwa seni adalah ketika kita menciptakan suatu karya yang mengimajinasikan. Seperti halnya ketika seorang pelukis menuangkan ekspresi perasaanya dalam lukisan itu, sebetulnya sang pelukis tidak ingin membuat sesuatu yang real, tetapi pelukis ingin mengimplementasikan apa yang ia alami ke dalam lukisan tersebut sehingga lukisan dapat dibaca oleh khayalak umum. Padmo memberikan paparan tentang pendapatnya dalam membedah buku karya Yogie. Dalam paparannya, Padmo mengulik teori Paul Sartre dalam membicarakan tentang seni dan imajinasi.
Diskusi semakin seru ketika memasuki sesi tanya jawab. Setelah pemaparan oleh pembicara, diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Peserta nampak antusias dalam bertanya dan mengulik tentang imajinasi dan seni. Noel selaku koordinator kegiatan diskusi publik bulanan ini berharap agar kegiatan ini dapat terus eksis dan semakin banyak mahasiswa yang terlibat. “Harapannya, semoga mahasiswa USD, program studi apapun dapat terlibat untuk ngobrol dan diskusi di sini, dan semoga acara serupa dapat berkembang dan meluas ke masyarakat.” tambahnya.
(RPL & YDL)




