Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Australia Global Alumni mengadakan program workshop dan live in dengan tema Ayo Jaga Gambut. Program ini dirancang untuk menyasar pemuda berusia 18-35 tahun yang bertempat tinggal di Pulau Jawa. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3-10 Desember 2018 ini bertujuan untuk mengajak anak muda Indonesia peduli pada kelestarian ekosistem gambut. Sebanyak 12 peserta terpilih akan mengikuti workshop dan live in di ekosistem gambut yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah.
Deputi Konstruksi Operasi dan Pemeliharaan BRG, Alue Dohong mengatakan "Saya memberi apresiasi penuh kepada kedua belas pemuda dan pemudi yang telah keluar dari zona nyaman dan peduli dengan gambut. Saya berharap pula agar buku yang kalian tulis dapat dirilis sehingga bisa dibaca oleh Bapak Jokowi".
Kedua belas pemuda tersebut berasal dari beberapa universitas terkemuka di Pulau Jawa, seperti Universitas Sanata Dharma, Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atma Jaya, Universitas Indonesia, President University, dan Institut Teknologi Bandung. Ditambah dua orang peserta yang sudah bekerja di NGO, yang bergerak di bidang ketahanan pangan.
“Banyak pengalaman baru dan seru yang didapatkan dalam program Ayo Jaga Gambut ini. Selanjutnya rombongan akan melanjutkan live in di Kalimantan Tengah. Live in tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk tinggal di wilayah gambut serta berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan kegiatan restorasi gambut di lapangan”, jelas Scholastica Susanti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2018 sebagai wakil dari Universitas Sanata Dharma.
Santi menambahkan bahwa gambut merupakan nadi Indonesia, dan nadi dunia yang perlu dijaga dan direstorasi. Kebakaran lahan gambut terus terjadi setiap tahun di seluruh Indonesia. Kebakaran ini membawa dampak yang sangat merugikan. Dengan adanya BRG, sejak tahun 2016 tidak tercatat adanya kebakaran lagi. Melalui kegiatan Workshop dan Live In ini, BRG mengajak generasi milenial agar dapat lebih mengenal dan mengerti akan ancaman serta potensi lahan gambut.
Keikutsertaan Santi dalam kegiatan restorasi gambut ini, diharapkan bisa menambah pengalaman belajar bagi mahasiswa para calon pendidik bangsa. Diharapkan setelah menyelesaikan program live in tersebut, Santi bisa membagi pengalaman dan pengetahuan barunya di PBIO USD. Agar semakin banyak mahasiswa yang ikut aktif terlibat dalam kegiatan konservasi lahan gambut Indonesia. Ayo jaga gambut untuk anak cucu!
(SS)




