Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD) telah menggelar acara rutin setiap semester yaitu sebuah pentas drama atau yang biasa dikenal dengan play performance (Sabtu,08/12). Play Performance yang merupakan salah satu mata kuliah wajib di PBI ini sudah memasuki tahun ke-2 diadakan di Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD. Penonton yang hadir berasal dari mahasiswa USD, dosen-dosen, bahkan masyarakat umum.
Diampu oleh dua dosen hebat di PBI USD yaitu FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. dan Truly Almendo Pasaribu, S.S., M.A., Play Performance 2018 mengangkat tema besar komedi “From Russia with Laugh.” Berkolaborasi dengan tim musik Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Musik ISI Yogyakarta, Play Performance 2018 mampu menghidupkan cerita melalui melodi dan harmoni nada-nada yang dimainkan.
“Yang berbeda dengan Play Performance tahun ini adalah menggunakan naskah terjemahan luar Indonesia yaitu karya Anton Pavlovich Chekhov, seorang sastrawan Rusia, berjudul On the High Road dan The Wedding. Dengan pemilihan naskah ini, kami ingin menanamkan kepada mahasiswa agar mereka mengerti sastra tidak hanya dari bagaimana memaknai makna kalimat saja, tertapi juga kebudayaan karya sastra itu sendiri.” tutur ibu Truly selaku dosen pembimbing.
Cerita On the High Road mengisahkan tentang Semyon Sergeyevitch Bortsov, seorang pemilik tanah yang bangkrut, menjadi pemabuk dan frustasi. Banyak hal menyedihkan yang terjadi pada hidupnya termasuk ditinggalkan oleh istrinya, Maria Egorovna. Hidupnya berakhir menjadi seorang gelandangan malang yang harus menumpang hidup di bar.
Pada sesi kedua naskah The Wedding mengisahkan seorang pria tampan, Plambov yang menikahi Dashenka, putri pensiunan pegawai sipil Evdokin Zaharovitch Zhigalov dan Natasya Tomofeyevna. Dalam resepsi itu, Natasya mengundang seorang tamu kehormatan. Dia telah membayar agen asuransi untuk mengundang seorang Jenderal. Namun ternyata yang hadir dalam pernikahan itu bukanlah seorang Jenderal. Hal ini membuat konflik antara Natasya dan agen asuransi.
“Selain mempelajari kebudayaan melalui karya sastra suatu naskah drama, Play Performance sebenarnya mengajarkan tugas tidak terstruktur. Mahasiswa akan dilatih untuk terjun mengalami dunia kerja dan bagaimana bernegosiasi dengan berbagai pihak. Selain itu, antara tim artistik dan produksi pasti mendapat tugas yang berbeda-beda, begitu juga dengan dunia kerja nanti mahasiswa akan menghadapi bagaimana berkolaborasi dan bekerja sama dalam tim.” tegas bapak Ouda.
Play perfomance menjadi sebuah kesempatan yang berharga bagi mahasiswa PBI khususnya untuk mengembangkan talenta seni dan juga soft skills dalam sebuah tim besar untuk mengerjakan proyek bersama-sama. “Aku senang bisa ikut berdinamika dalam tim ini. Aku bisa mendapat banyak pengalaman khususnya masalah penganggaran. Bertugas sebagai bendahara bukan hanya sekedar mengurusi keuangan, pemasukan, dan pengeluaran, tetapi juga mengendalikan emosi dalam berbagai situasi dan kondisi. Itu adalah bagian yang terberat karena tidak semua pihak bisa memahami prosedur dalam mengatur keuangan. Tapi, itu yang membuat proses yang ada menjadi sangat luar biasa.” kata Klara, salah satu anggota tim produksi Play Performance 2018.
(SW & VYA)




