Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan acara Festival Sastra 2018 dengan tema “Peran Sastra Sebagai Bahasa Perlawanan”. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 24 November sampai 2 Desember dan dilaksanakn di Aula Kampus 1 USD.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan lomba penulisan dan fotografi pada (24/11). Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan workshop penerbitan buku, bazar buku, dan pameran foto dari peserta lomba fotografi pada tanggal (01/12), workshop penerbitan buku yang mengundang pembicara Irwan Bajang. Kemudian sebagai puncak acara, pada 2 Desember 2018 panitia menghahirkan seorang pembicara Soesilo Toer adik dari sastrawan Pramoedya Ananta Toer dalam sarasehan. Dalam sarasehan tersebut Soesilo Toer yang akrab dipanggil Pak Soes membagikan pengalamannya dalam hal tulis menulis serta perjalanan hidupnya terutama asal muasal Pak Soes berkiprah dalam dunia tulis menulis. Dalam dialognya, Pak Soes berpesan kepada para peserta yang notabene mahasiswa Sastra Indonesia USD dan mahasiswa dari luar jurusan Sastra dengan memberikan quote yakni: “Didiklah diri kalian menjadi manusia bukan menjadi serigala”. Selama sarasehan berlangsung para peserta antusias dalam mendengarkan kisah hidup Pak Soes. Dalam sesi tanya-jawab, bagi para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada Pak Soes mendapat apresiasi dari beliau berupa buku karangan Pak Soes sendiri.
Malam puncak dari kegiatan Festival Sastra ini ditutup dengan adanya penampilan dari beberapa band dari mahasiswa Sastra Indonesia maupun mahasiswa di luar program studi Sastra. Kegiatan malam puncak terasa meriah dengan didirikannya stand-stand makanan dan minuman yang ada di sekitar gedung aula. Dari event ini diharapkan melalui USD, dapat melahirkan penulis-penulis berbakat dan mampu menjadi manusia sesuai hakekatnya.
(BSN & MBC)




