Konferensi internasional Language and Language Teaching Conference (LLTC)kembali digelar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD). Konferensi tahunan yang sudah mencapai tahun ke-5 ini diadakan pada hari Jumat (30/11) dan Sabtu (1/12). Dengan mengusung tema “Issues in Language and Language Teacing”, LLTC resmi dibuka di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD.
“Dengan kehadiran beberapa pembicara dari berbagai Negara seperti Selandia Baru, Amerika, dan Jepang membuat LLTC tahun ini lebih berkesan. Dalam kesempatan ini, kita mendapat hal yang baru serta bertukar pikiran demi memajukan berbagai bidang kearah yang lebih baik, khususnya pendidikan,” ujar Maria Vincentia Eka Mulatsih selaku ketua umum LLTC 2018 dalam sambutannya.
Konferensi ini diikuti oleh berbagai peserta dalam taraf internasional pada tingkat minimal S1. LLTC 2018 mendatangkan empat pembicara dari dalam dan luar negeri. Pembicara yang dibagi dalam beberapa paralel presentasi tersebut yaitu Soepomo Poedjosoedarmo dari USD, Hayo Reinders dari Anaheim University USA, John Macalister dosen dari Victoria University of Wellington New Zealand, dan Iwan Syahril dari Sampoerna University. Peserta pemakalah yang terdaftar diikuti oleh mahasiswa Kajian Bahasa Inggris (KBI) dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI), dosen PBI, dan mahasiswa dari Indonesia dan beberapa negara. Cabang studi linguistik, sastra, dan pendidikan merupakan topik besar yang diangkat dalam konferensi LLTC 2018.
Kegiatan tahunan ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan insight pada cabang bahasa melalui materi dari setiap pembicara yang diundang dan membangun networking antar universitas. Secara khusus, LLTC bertujuan untuk mempererat hubungan dan kerjasama melalui pemakalah dan menerbitkan artikel-artikel penelitian ke dalam jurnal.
LTC 2018 juga telah membuka peluang kerja sama dengan berbagai universitas lain melalui para pembicara dan pemakalah yang ikut serta. Kerja sama yang akan ditindaklanjuti setelah kegiatan berlangsung salah satunya dengan Anaheim University, USA dan Victoria Univeristy of Wellington, New Zealand. Selain itu, kerja sama dengan para presenter tetap dilakukan dengan memfollow up melalui email.
(SW& FJ)




