Sebanyak 100 mahasiswa angkatan 2018 dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma (PBIO USD), 20 asisten dosen, dan tiga dosen pendamping pada hari Sabtu (24/11) melakukan kuliah lapangan ke Pantai Pandansimo. Pantai Pandansimo merupakan salah satu pantai wisata yang berada di Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kuliah lapangan merupakan salah satu metode belajar yang didapat mahasiswa selama kuliah di PBIO USD. Dengan cara belajar seperti ini mahasiswa diajak untuk melihat keadaan lingkungan secara langsung, melatih kemampuan melakukan analisa secara obyektif, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi yang sedang dipelajari.
Puspita Ratna Susilawati, M.Sc. salah satu dosen pendamping dalam kuliah ini menyatakan bahwa, "Kuliah lapangan mampu membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan, pengalaman serta kemahiran dalam pengamatan lapangan." Dalam kuliah lapangan ini, Puspita mendampingi mahasiswa dalam mata kuliah Ekologi Terapan.
Salah satu topik bahasan yang dikaji adalah tentang ekosistem pantai. Kuliah lapangan ini mengajak mahasiswa untuk mengamati faktor lingkungan yang berpengaruh pada flora dan fauna yang hidup di ekosistem pantai. Faktor lingkungan tersebut antara lain keadaan suhu udara, suhu substat pasir, tingkat keasaman air. Dari pengamatan di lapangan, suhu pasir pantai bisa mencapai 40 derajat celcius. Namun, beberapa spesies tumbuhan masih bisa hidup pada kondisi ekstrim tersebut.
Imelda Helga Rilin, salah satu mahasiswa peserta kuliah lapangan menjelaskan tentang hal-hal baru yang diterimanya selama melakukan pengamatan lapangan. “Banyak pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh dari kuliah lapangan ini. Antara lain seperti mengenal keragaman jenis flora dan fauna yang berada di habitat Pantai Pandansimo.” tuturnya saat mengamati sample untuk mata kuliah Keanekaragaman Hayati.
Kuliah lapangan ini merupakan kegiatan lapangan dari dua mata kuliah, yaitu Ekologi Terapan dan Keanekaragaman Hayati. Dalam mata kuliah Keanekaragaman Hayati, mahasiswa belajar tentang keragaman jenis flora dan fauna yang hidup di habitat pantai. Sedangkan dari mata kuliah Ekologi Terapan, mahasiswa diajak untuk mencari tahu hubungan antara mahluk hidup dan lingkungannya.
Di samping mengasah kemampuan analisa obyek biologi, mahasiswa PBIO USD juga diajak untuk mencari tahu hubungan antara manusia dan lingkungannya. Informasi tersebut digali melalui wawancara. Ketut Novita Dewi menjelaskan, warga yang tinggal di sekitar Pantai Baru dan Pantai Pandansimo berprofesi sebagai nelayan dan pedagang. Beberapa jenis ikan yang banyak ditangkap nelayan di Pantai Baru dan Pandansimo adalah jenis Bawal dan Lele laut. Ikan hasil tangkapan tersebut biasanya dipasok ke warung-warung yang tersebar di tempat tersebut. “Namun, tingginya tingkat kunjungan wisatawan kadang membuat pasokan ikan berkurang dan harus mendatangkan pasokan ikan tambahan dari Semarang.” ujarnya.
Ekosistem Pantai Pandansimo menyimpan banyak hal unik untuk diteliti. Salah satunya adalah tempat pendaratan dan peneluran penyu. Namun sayang, potensi tersebut terancam dengan adanya sampah dari rumah tangga, khususnya jenis plastik yang berada di muara Kali Progo. Sampah tersebut terbawa aliran Kali Progo hingga akhirnya terdampar di muara. Agar kelestarian ekosistem pantai ini tetap terjaga, maka perlu dilakukan sosialisasi pengelolaan sampah ramah lingkungan. Dengan tujuan menghilangkan sampah yang dibuang ke sungai demi terjaganya kelestarian ekosistem pantai, laut, dan flora fauna yang hidup di dalamnya.
(MILA)




