USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Peluncuran Buku Puisi
"Poetry 101 Perjamuan Puisi: Antologi Puisi Dosen USD"

diupdate: 8 tahun yang lalu


Rangkaian kegiatan dalam merayakan Dies Natalis ke-63, Universitas Sanata Dharma (USD) pada Jumat (23/11) di Ruang Kadarman Gedung Pusat Kampus II USD mengadakan kegiatan peluncuran buku puisi “Poetry 101 Perjamuan Puisi: Antologi Puisi Dosen USD”. Peluncuruan buku yang isinya kumpulan puisi yang pernah ditulis oleh dosen-dosen USD ini, menghadirkan dua orang pembicara yang expert dalam puisi yaitu Ons Untoro dan Joko Pinurbo, dan dihadiri oleh mahasiswa USD, serta para dosen yang puisinya dimuat dalam buku tersebut. Di tengah kesibukan mengajarkan ilmu yang mereka miliki pada mahasiswanya, mereka juga terus mengembangkan hobby-nya dalam menulis sebuah puisi baik itu dosen yang menggeluti bidang sastra maupun tidak.
“Peluncuruan buku puisi ini merupakan sebuah persembahan baru di Dies USD ke-63, dan ide untuk mengumpulkan puisi-puisi karya dosen USD ini berawal dari Wakil Rektor IV USD yakni FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D yang merasa perlu adanya suatu hal yang baru untuk dipersembahkan bagi USD dalam Dies ke-63.” demikian yang disampaikan oleh Dr. Yoseph Yapi Taum selaku Kepala Pusat Penerbitan USD saat membuka acara.
Pembicara yang terlebih dahulu mengulas terkait buku “Poetry 101 Perjamuan Puisi: Antologi Puisi Dosen USD” yakni Ons Untoro. Menurutnya, di dalam buku puisi ini ada bermaca-macam jenis puisi yang unik, baik dalam bentuk penataannya maupun formula yang digunakan para penyair dalam menulis puisi mereka. “Hal yang tak bisa ditinggalkan dalam puisi adalah suasana puitisnya bisa terasa, meskipun bahasa yang digunakan sederhana, dan merupakan bahasa sehari-hari.” tuturnya saat membicarakan puisi Kirjomulyo yang berjudul ‘Rumah Bambu’.
Beralih ke pimbicara yang kedua yakni Joko Pinurbo, penyair yang kerap disapa Jokpin ini lebih memilih untuk membicarakan tentang bagaimana memandang puisi, hidup sebagai penyair, dan menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari awal dia berkecimpung dalam kehidupan bersastra. Tips yang diberikan oleh Jokpin bagi para penulis muda yaitu setidaknya mampu diam, berhenti sejenak setidaknya satu jam guna mencoba merangkai puisi yang hendak dibuat. “Puisi itu perayaan, pesta, pemberhentian. Melalui puisi itu setelah melewati perjalanan hidup, kita perlu pemberhentian yang harus dirayakan ya puisi itu. Jadi kalau diam satu jam saja tidak bisa, ya susah mau jadi penyair puisi.” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung terlihat para hadirin begitu memperhatikan dengan seksama dan terbawa suasana yang terasa teramat puitis, tertawa dan kagum pada cuplikan-cuplikan puisi yang dibacakan oleh ahlinya. Buku ini merupakan sesuatu yang perlu diteruskan tak hanya diawali.


(MBC & MFW)

  kembali