USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Perjumpaan Antar-Budaya di Yogyakarta pada ASCOLTACI#14

diupdate: 8 tahun yang lalu


Program Magister Ilmu Religi dan Budaya USD bekerja sama dengan Fakultas Psikologi USD menyelenggarakan acara ASCOLTACI yang bertemakan "Perjumpaan Antar Budaya: Sebuah Kasus dari Yogyakarta". ASCOLTACI adalah rangkaian seminar bulanan hasil penelitian yang diselenggarakan di Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma (USD). ASCOLTACI yang berarti dengarkanlah kami, mengajak para peserta seminar untuk mendukung para peneliti muda dengan mendengarkan mereka dan temuan-temuannya. ASCOLTACI juga dimaksud untuk mengenali berbagai persoalan sosial dan budaya masyarakat kita dan mengembangkan gagasan-gagasan terobosan untuk kebaikan kita bersama berdasarkan hasil penelitian.
ASCOLTACI melengkapi kegiatan ascoltate, sebuah resital musik bulanan yang diadakan di Pasca Sarjana ISI Yogyakarta. ASCOLTACI ke-14 ini diselenggarakan pada Kamis, 22 September 2018 bertempat di Ruang Koendjono, Gedung Pusat Lt. 4 Kampus 2 USD. Pembicara pada ASCOLTACI kali ini adalah Sawilda Triharliani Haeruddin S., S.Psi (alumna Psikologi USD), Irfan Palippui M.Hum (alumnus IRB-USD), Aris Yaimo ( Ketua IPAMA, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua ) dan dimeriahkan oleh Grup Musik Singkong Keju.
Pada pembahasan dari tema ini diambil dari salah satu topik tugas akhir Mahasiswi Jurusan Psikologi yaitu bagaimana suatu budaya yang datang ke Jogja ini dipertemukan. Jogja merupakan kota pelajar yang disebut dengan Indonesia mini, hal ini menyebabkan begitu banyak budaya yang bertemu dan pasti akan muncul gesekan-gesekan sosial. Pada forum kali ini akan dibahas bagaimana mengantisipasi segala gesekan sosial tersebut. Palippui mengatakan, “saya mencoba masuk di bagian bagaimana perjumpaan budaya Jogja dan Papua. Masuk ke keruetan-keruetan, seperti rasisme dan ada kekerasan juga yg sering terjadi . Ada indikasi yang sulit disangkal bahwa itu menjadi fakta di lapangan. Saya lebih melihat dua entitas yang sama-sama dominan. Masing2 tidak mau gagal mengindikasi satu sama lain. Namun pandangan pada masyarakat Papua tidak bisa diwakilkan hanya dengan segelintir orng/kelompok saja.”
Dea, yang menjadi salah satu peserta ASCOLTACI ke 14 ini mengatakan sudah mengikuti beberapa ASCOLTACI dari bulan-bulan yang lalu.  Tema kali ini sangat menarik sekali karena ada beberapa kejadian yang baru saja terjadi dan menjadi masalah yang cukup serius. Dari adanya forum ini antara kedua belah budaya bisa saling bertemu memberikan pendapat dan tanggapan sehingga dapat mengantisipasi yang disebut gesekan sosial tadi.
(DPM & Y)

  kembali