USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Culture Fest 2018: "Kebersamaan di Bawah Payung Keberagaman"

diupdate: 8 tahun yang lalu


Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Sanata Dharma (USD) ke-63, Lembaga Bahasa USD mempersembahkan suatu acara yang bertajuk Culture Fest 11. Dengan mengusung tema “Kebersamaan Di Bawah Payung Keberagaman”, acara ini diadakan  pada Sabtu (17/11) di Panggung Terbuka Kampus 2 USD. Keluarga Besar Lembaga Bahasa USD semuanya ikut terlibat memeriahkan acara Culture Fest ini. Keluarga Besar Lembaga Bahasa USD terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), antara lain Amerika, Korea, China, Jepang, dan beberapa negara lainnya.
Culture Fest merupakan acara yang diselenggarakan rutin tiap tahun. Acara ini diadakan dengan tujuan memperkenalkan kepada khalayak umum bahwa USD khususnya Lembaga Bahasa memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat mengembangkan diri, keterampilan, dan kemampuan berbahasa tanpa mengurangi nilai kebudayaan yang dimiliki. Selain itu acara Culture Fest juga menjadi ajang perkenalan budaya-budaya yang ada seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Acara ini juga menjadi sarana mempererat kerjasama dengan negara lain dalam menjaga keutuhan budaya dan ciri khas negara masing-masing.
Acara ini dimulai pukul 09.00, diikuti dengan malam puncak yang berakhir pada pukul 22.00 WIB. Rangkaian kegiatan dalam Culture Fest 11 ini adalah parade band, parade puisi, workshop barongsai, festival kuliner internasional, K-POP cover dance, Fun English Competition (FEC) dan lomba makan ramen. Acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa pengisi acara, antara lain: Sexen band, Chimin (guest star korea I), Jogja Chinese Art and Culture community (JCACC), Sekar Jepun, AROO, Maximum (guest star korea II), Agoni, CGHIM, Tutu club, dan VOC.
Para peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Peserta diberikan kesempatan untuk ikut merasakan dan mengenali budaya-budaya yang disuguhkan, mulai dari keterampilan, pakaian, tarian, dan kuliner. “Acaranya seru, apalagi di sini kita tidak hanya nonton lomba saja, tapi bisa keliling-keliling buat kuliner, dan bisa sambil belajar kebudayaan lain yang lebih beragam.” ujar Ika salah seorang peserta.
(MFW & YDL)

  kembali