Pada hari Sabtu, 3 November 2018 di Kampus Unika Atmajaya, Pluit Jakarta telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya. Tujuan kerjasama ini adalah untuk memperkuat pelaksanaan tridharma institusi. Ruang lingkup kerjasama meliputi antara lain pertukaran tenaga pendidik sebagai dosen tamu, penelitian, pengabdian, penyelenggaran workshop, dan pertemuan akademik. Dua dosen dari Fakultas Farmasi USD, Dr. Yustina Sri Hartini, Apt dan Dr. Dewi Setyaningsih, Apt setelah acara penandatanganan perjanjian kerjasama, kemudian memberikan kuliah tamu.
Dalam kuliah tamu tersebut, Dr. Yustina Sri Hartini, Apt memberikan materi tentang “Potensi Obat Alam Nusantara” dan Dr. Dewi Setyaningsih, Apt memberikan materi tentang “Upaya Peningkatan Kelarutan Senyawa Alam” kepada mahasiswa program studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya yang berjumlah sekitar 50 orang.
Dr. Yustina Sri Hartini, Apt saat pemaparan materi kuliah menekankan pada keberagaman tanaman herbal yang ada di Nusantara dan potensi-potensinya. Yustina mengenalkan bagaimana obat herbal yang merupakan identitas dari
Indonesia, saat ini sudah mulai dikembangkan dan ada pula peraturan-peraturan terkait dengan obat herbal tersebut. Sedangkan Dr. Dewi Setyaningsih, Apt menekankan pada strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan kelarutan yang mungkin muncul pada proses pembuatan obat herbal. “Karna untuk menimbulkan efek, zat aktif harus berada di dalam darah. Oleh karena itu, harapannya mereka punya pandangan bahwa dengan peningkatan kelarutan maka penyerapannya akan meningkat, maka akan
meningkatkan ketersediaan zat aktif obat di dalam darah, sehingga akan menjamin ketersediaannya cukup untuk bisa berefek.” ujar Dewi.
Kedua dosen FF USD tersebut ingin memberi konsep dan mimpi, serta membuka wawasan mahasiswa baru program studi Farmasi FKIK Unika Atma Jaya terkait identifikasi senyawa kimia dari tanaman herbal yang dapat dijadikan sebagai obat. Yustina dan Dewi berharap mahasiswa baru tersebut dapat memberikan solusi atas permasalahan lain yang mungkin terjadi ke depannya. Dewi menambahkan, “Dampak ke depan untuk Indonesia, mulai bisa mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan melalui apa yang kita punya sendiri. Kita bisa memberikan kontribusi ke depan berupa dasar ilmiah untuk obat-obat herbal di Indonesia. Apabila obat herbal di Indonesia (jamu) memiliki data ilmiah, maka bisa mendukung keamanan dan efektivitas dari produk yang digunakan”.
Saat ditemui, Dr. Yustina Sri Hartini, Apt yang juga merupakan Dekan FF USD mengatakan bahwa kerjasama antara FF USD dan FKIK Unika Atma Jaya berawal dari pembicaraan antara dirinya dengan Ketua Program Studi Farmasi FKIK Unika Atma Jaya ketika bertemu di kegiatan yang diselenggarakan oleh Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU). “Berhubung program studi Farmasi FKIK Unika Atma Jaya terbilang baru sedangkan FF USD sudah berdiri sejak 1995, maka FF USD harus tahu persis apa yang bisa kita kembangkan bersama-sama.” ujar Yustina. USD dan Unika Atma Jaya merupakan 2 dari 4 perguruan tinggi pendiri Asosisasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia. “Terdapat 3 perguruan tinggi anggota APTIK yang memiliki program studi ataupun fakultas farmasi (USD, Unika Atma Jaya, dan Universitas Katolik Widya Mandala). Saya harap ke depannya ketiga perguruan tinggi ini bisa berproses bersama-sama, saling melengkapi, saling membantu dalam melaksanakan tridharma institusi.” tambah Yustina.
(DS, FEJL, J)




