Tahun ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Sanata Dharma (USD) merayakan Dies Natalis yang ke-55. Untuk memeriahkan perayaan ini, PBSI USD menyelenggarakan serangkaian kegiatan antara lain, Pekan Bahasa Sastra, bedah buku, diskusi literasi, donor darah, seminar ilmiah mahasiswa, stand up comedy, dan puncaknya adalah Gelar Karya PBSI. Gelar Karya PBSI ini berlangsung di Auditorium Driyarkara, Kampus II USD pada Rabu (7/11), dibuka dengan sambutan oleh Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum. selaku Ketua Program Studi PBSI dan dilanjutkan sambutan oleh Rohandi, Ph.D. selaku Wakil Rektor I.
Pertunjukanyang dikemas dalam drama musikal ini mengusung tema tentang kisah cinta Roro Mendut yang diadaptasi dari novel Y.B Mangunwijaya dengan judul Dongeng Cinta Pantai Utara. Pertunjukan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan baik itu mahasiswa, orangtua, dosen, karyawan, seniman, para alumni USD khususnya PBSI USD, hingga masyarakat umum. Drama musikal Dongeng Cinta Pantai Utara menyuguhkan sebuah pertunjukan yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan bahkan diperlukan hingga saat ini, dengan cara yang “kekinian”. Kemerdekaan, perjuangan, dan kesetiaan adalah nilai-nilai yang sangat tampak dalam drama musikal Dongeng cinta Pantai Utara. Pertunjukan ini juga sekaligus menjadi ajang kolaborasi dan silaturahmi seniman-seniman muda lintas universitas. Ada beberapa universitas yang terlibat yaitu, Institut Seni Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, MMTC Yogyakarta, dan mahasiswa lintas program studi USD.
Selepas acara, peserta yang hadir pada malam hari itu segera menyapa para pemain yang ada di atas panggung, untuk mengapresiasi para pemain dan pihak-pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Fransisca Despa Listiani, mahasiswa PBSI USD 2015, yang hadir pada malam hari itu mengatakan sangat terkesan dengan setiap acara puncak yang diselenggarakan PBSI USD dari tahun ke tahun. “Saya selalu mengikuti acara puncak Dies Natalis PBSI dari tahun ke tahun dan memang selalu memberikan kesan dan pesan tersendiri untuk penontonnya. Untuk drama musikal tahun ini pesan yang saya dapat adalah, sebagai seorang manusia kita berhak memperjuangkan hak-hak kita, jangan membiarkan orang lain membatasi ruang gerak kita.” tuturnya sembari tersenyum.
(MFW & PANBMD)




