National Accounting Student Conference (NASC) sudah memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraannya. Acara konferensi mahasiswa akuntansi tingkat nasional ini merupakan acara tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma melalui Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaks). Acara yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 bertempat di Ruang Seminar Driyarkara ini dihadiri oleh 12 tim dari berbagai macam Perguruan Tinggi yang ada di Indoensia.
National Accounting Student Conference bukanlah sebuah ajang perlombaan, namun merupakan ajang konferensi yang dijadikan sebagai wadah diskusi bagi para pesertanya mengenai tema tertentu. Tahun ini NASC mengangkat tema “The Role of Accountant in Environmental Sustainability” dengan subtema akuntansi lingkungan pada sektor publik dan akuntan lingkungan sektor perkembangan teknologi informasi. Tema-tema tersebut diangkat sesuai dengan isu-isu terkini mengenai akuntansi.
Acara dimulai pada tanggal 26 Oktober 2018 dengan pemaparan dari setiap tim yang mengikuti. Pemaparan tersebut dibagi sesuai dengan subtema yang diambil oleh setiap tim. Selanjutnya hasil pemaparan tersebut akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari 3 dosen pada setiap subtema.
Pada tanggal 27 Oktober 2018, acara dilanjutkan dengan konferensi. Acara dibuka dengan pemaparan dari keynote speaker Prof. Dr. Andreas Loko, SE, MSi mengenai tema yang diangkat. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan forum diskusi. Forum diskusi ini dipandu oleh Nicko Kornelis Putra, SE, MSi yang juga Wakil Ketua Program Studi Akuntansi FE USD dengan kasus dari isu yang diangkat yang kemudian akan ditanggapi oleh masing-masing tim. Pada akhir acara dipilih the best team dan juga the best category dari acara NASC ini.
Ditemui saat wawancara, Gregorius Ola Watun selaku Ketua Panitia berharap bahwa ide ide mereka tidak hanya berhenti di konferensi ini saja, namun bisa diterapkan ke depannya terutama untuk kemajuan bidang akuntansi. “Tema kegiatan ini tentang akun basis lingkungan di mana tersirat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Bisnis Indonesia tidak melulu berorientasi pada profit. Tapi juga memperhatikan manusia dan lingkungannya, memperhatikan tengana kerja, pengolahan limbahnya. Semua harus berkesinambungan berkesinambungan.” ujarnya.
(Y & AHLN)




