USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Katakpun Ingin Memuliakan Penciptanya

diupdate: 16 tahun yang lalu


Sabtu (19/2) bertempat di ruang seminar LPPM Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta diselenggarakan peluncuran buku 'Katakpun Ingin Memuliakan Penciptanya'. Buku karya Jalu Suwangsa (Drs. G. Sukadi, dosen program studi PBSID USD) ini banyak mengupas tentang Manunggaling Kawula Gusti. Dalam kesempatan yang dihadiri 50 orang dari berbagai unsur ini, hadir pula beberapa pakar yang memberi sekapur sirih.
Prof Dr. Antonius Sudiarja, SJ (FTW USD) mengamati buku ini menyampaikan filsafat dari sudut pandang kejawen, di mana bahwa manusia meliputi sembilan lapis, yang secara hirarkis meliputi tanah, air, api, angin. Keempatnya dilingkupi dalam wujud jasmani atau badan wadhag, kemudian nyawa atau budi, wewayangan, roh atau sukma, dan akhirnya keseluruhan itu direngkuh dalam manusia yang hidup (jejering manungsa urip).
Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra (UGM) memandang dari kacamata antropologi. Nuansa Jawa sangat kental dalam buku ini. Kearifan tentang hakekat manusia, yang sekaligus merupakan contoh yang sangat jelas dari kehadiran struktur manusia yang bersifat nirsadar, di balik sebuah karya sastra yang ditulis dengan penuh kesadaran. Buku ini menyampaikan kearifan di balik kearifan, yakni: kemanunggalan, keutuhan dan keseluruhan dalam diri manusia sejati dan dalam proses menjadi manusia sejati.
Drs. P. Ari Subagya, M.Hum. (FS USD) mengibaratkan Jalu Suwangsa adalah seorang dengan erupsi, kegelisahan, pendakian, optimisme, pembentukan diri, pertumbuhan, pencarian, pengolahan diri, dan penemuan diri yang tiada henti. Jalu Suwangsa menawarkan kejernihan, kedalaman, dialog dengan diri sendiri.
Drs. J.B. Adi Massana, M.A. (PGSD USD) mengkritisi bagaimana Jalu Suwangsa mengupas manusia dalam lapis-lapis. Melalui  buku ini, topik yang berat dapat disajikan secara ringan dan jenaka.
Drs. J. Prapta Diharja, SJ, M.Hum. (PBISD USD) memandang buku ini menyampaikan pesan bahwa manusia sejati tidak lain adalah kualitas manusia hidup yang mencapai kesadaran penuh akan dirinya sebagai titah yang kasinungan roh. Manunggaling manungsa dengan penciptanya secara sempurna terjadi dalam kematiannya.
Dalam acara yang dipenuhi suasana santai dan guyon ini juga diadakan sesi tanya jawab yang dijawab dengan tatas titis tetes oleh penulis buku. Acara peluncuran buku diakhiri dengan makan siang bersama. (BST)
 

  kembali