Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (BEM USD) menyelenggarakan talk show Kebangsaan dengan bertema “Nasib Pancasila di Tangan Anak Bangsa” pada hari Sabtu (20/10) di Ruang Koendjono Gedung Pusat Kampus 2 USD. Ide awal diselenggarakannya talk show bermula dari keresahan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila semakin hilang di kalangan anak muda. “Acara ini bertujuan untuk mengingatkan anak muda bahwa Pancasila ada di tangan kita.” ujar Katon selaku Penanggungjawab talk show Kebangsaan ini.
Talk show Kebangsaan ini dimoderatori oleh Budi Setyahandana, S.T., M.T. yang juga sebagai dosen Teknik Mesin di USD. Dengan mendatangkan tiga pembicara yang memiliki berbeda latar belakang kehidupan dan usia, talk show Kebangsaan ini menyampaikan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman hidup mereka.
Agnes Dwi Rusjiyati sebagai pembicara pertama yang aktif sebagai Komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia DIY, membawakan pesan pentingnya peduli terhadap keanegkaragaman dan persoalannya di Indonesia. Pada sesi kedua, Agnes Serfozo sebagai pembicara utama menyampaikan sisi lain nilai Pancasila di mata warga negara asing. Pesinden yang sudah fasih berbahasa Indonesia dan bahasa Jawa ini berasal dari Hungaria dan sudah 14 tahun hidup di Indonesia dan mencintai Indonesia dengan belajar kebudayaan Jawa dan pewayangan. “Saya miris mendengar orang Indonesia menyuarakan tagline ‘Kita Harus Menghargai Keberagaman’. Seperti ada yang dipaksakan, padahal kalau kita sudah menjiwai nilai Pancasila maka akan keluar dari hati kita untuk menghargai perbedaan.” ungkapnya di depan para mahasiswa.
Dalam sesi tearkhir, Diki Sakti Pratama menyuarakan aspirasi anak muda. Berperan sebagai petinggi Koordinator Global Peace Youth Yogyakarta, ia mengingatkan para mahasiswa harus menjadi pemuda yang berdampak bagi bangsa ini.
Talk show Kebangsaan ini memberikan pesan penting bagi para mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk lebih sadar dan peduli terhadap Pancasila. Selain itu mengajak para peserta untuk ikut terlibat dan berpartisipasi menyikapi segala isu keberagaman dan perbedaan di masyarakat majemuk.
(RPL & SW)




