USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Literary Studies Conference: Penyegaran & Wawasan Baru di Tengah Keberagaman Lokal dan Internasional

diupdate: 8 tahun yang lalu


Literary Studies Conference (LSC) merupakan kegiatan konferensi tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma (USD). Pada tahun ini, LSC sudah menginjak kali keenamnya mengadakan konferensi. Tema yang diusung dalam konferensi ini adalah Re-Imagining Difference and Extremisme: Regional and Global Perspectives. Jumlah peserta yang berpartisipasi di dalam kegiatan ini sebanyak 61 peserta. Mereka berasal dari Universitas Sanata Dharma (USD) dan non-USD yang terdiri dari para mahasiswa dan dosen.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wujud tanggapan terhadap isu-isu berbau SARA yang merebak di lingkungan sekitar kita. Tentunya tidak hanya di dalam lingkup lokal suatu area tertentu, tetapi juga telah menyebar di tingkat internasional. Terkadang peristiwa-peristiwa yang memaksakan keseragaman dalam lingkungan yang beranekaragam membuat hak-hak tertentu seseorang atau bahkan sekelompok orang hilang. Tidak ada keadilan, keamanan, kenyamanan, bahkan perdamaian. Semua itu seperti sebuah impian yang selalu ingin dikejar. Untuk itu, kegiatan ini memberi ruang dan kesempatan bagi peserta untuk membuka kembali pikiran mereka untuk menerima pengetahuan bahwa keberagaman bukanlah suatu ancaman. Melalui dialog, peserta diajak untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan secara terbuka.
Kegiatan ini berlagsung selama dua hari (12-13/10) dengan menghadirkan tiga pembicara utama yaitu Dr. Suchart Setthamalinee (Payap University,Thailand), Dr. Oscar Campomanes (Ateneo de Manila University, Filipina), dan Dr. Tatang Iskarna (USD, Indonesia). Mereka membawakan materi serta alternatif yang bisa digunakan untuk menanggapi isu-isu berbau SARA pada zaman ini. Diskusi berjalan dengan sangat lancar dan aktif. Para peserta pun sangat antusias ketika diadakan sesi tanya jawab karena mereka berinisiatif melontarkan pertanyaan kepada para pembicara tersebut.
Setiap peserta pun berkesempatan untuk mempresentasikan karya tulisnya. Mereka di bagi ke dalam beberapa kelompok ruangan untuk menjelaskan hasil temuan dan studinya di depan para audiens yang hadir. Pengetahuan yang mereka bagikan kepada audiens akan memberi pemahaman baru bagi para audiens. Ini semakin diperkaya ketika diadakan sesi tanya jawab yang membuka kesempatan untuk berdialog dan bertukar pikiran satu sama lain.
(VYA & ADA)

  kembali