Dua orang perwakilan dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma (PBIO USD) melakukan kunjungan ke Entopia, Penang, Malaysia, Kamis (11/10). Kunjungan ini merupakan bagaian dari rencana pengembangan rumah kupu-kupu yang dikelola oleh PBIO USD di Kampus 3 USD Paingan.
Dalam acara tersebut, Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc, menyatakan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh PBIO USD ke Entopia adalah untuk melihat dan belajar cara mengelola sebuah rumah kupu-kupu agar layak digunakan sebagai tempat wisata pendidikan dan penelitian. “Saat ini, rumah kupu-kupu tersebut sudah digunakan untuk penelitian akhir mahasiswa dan praktikum. Dan ke depannya, kami berharap siswa sekolah yang berada di Yogyakarta bisa menggunakan rumah kupu-kupu tersebut sebagai tempat belajar dan wisata.” tambah Tri.
Menanggapi hal tersebut, Cedric Goh, Chief of Design Entopia menyatakan bahwa dalam pengembangan rumah kupu-kupu perlu memperhatikan banyak faktor, seperti merancang bangunan yang aman dan nyaman bagi kupu-kupu. “Melihat dari ketinggian bangunan dan luasnya, maka rumah kupu-kupu PBIO USD sudah mencukupi syarat kenyamanan. Namun perlu dipikirkan dari sisi desain agar rumah kupu-kupu bisa menjaga keamanan kupu-kupu dari predator alaminya, seperti semut dan laba-laba.” jelas Cedric.
Terkait pengelolaan rumah kupu-kupu PBIO USD, Hendra Michael Aquan, MEnvMgmt, menjelaskan bahwa pengembangan selanjutnya adalah menyiapkan agar rumah kupu-kupu tersebut siap menerima kunjungan siswa-siswa sekolah di Yogyakarta.
Kim Tan, Head of Nature Education Entopia menyatakan bahwa Entopia memiliki program-program pendidikan yang disiapkan menurut kelompok umur. Kelompok umur paling muda adalah 2,5 tahun hingga paling tua adalah kelompok manula. “Anak-anak sangat semangat saat mengikuti program pendidikan kami, karena banyak dari mereka baru pertama kali menyentuh dan melihat serangga hidup. Selain itu, mengajak kelompok remaja untuk kemah dan field trip sambil belajar serangga adalah cara yang efektif untuk mendekatkan mereka ke alam.” ujar Kim.
Selanjutnya, perwakilan dosen PBIO USD menjelajah taman kupu-kupu Entopia yang terbagi dalam dua ruang pamer, yaitu luar ruang (The Natureland) dan dalam ruang (The Cocoon). Ruang-ruang pamer yang berada di dalam kawasan Entopia memiliki rancangan yang menarik dan informatif. Di beberapa sudut tersedia media belajar interaktif seperti penggunaan ulat hidup untuk mengenalkan proses metamorfosis kupu-kupu, tampilan poster penuh warna untuk menyajikan fakta seputar kupu-kupu, dan permainan komputer yang mengajak pengunjung mengenali jenis dan telur kupu-kupu.
Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyiapkan rumah kupu-kupu PBIO USD sebagai tempat wisata pendidikan. Selain itu, beberapa kemungkinan kerjasama dengan Entopia dalam hal pengelolaan, pendidikan, dan penelitian sangat terbuka untuk dilakukan. Hal ini dilakukan guna menunjang upaya penyadartahuan konservasi kupu-kupu di Yogyakarta.
(HMA)
Foto: Antonius Tri




