USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Galang Donasi: "360 Menit untuk Palu"

diupdate: 8 tahun yang lalu


Tanggap darurat gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah,  Universitas Sanata Dharma (USD) berkolaborasi dengan komunitas band Indie Yogyakarta dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM USD) mengadakan galang donasi pada hari Selasa malam,  10 Oktober 2018 di Panggung Terbuka Kampus 2 USD. Galang donasi yang dilakukan yakni dengan mengadakan panggung pertunjukkan dengan tema “360  Menit untuk Palu”.  Acara dimeriahkan oleh sebelas (11) band Indie, yaitu Gie, Korekayu, Lastelise, Robbrs, Tricotado, Tone Dial, The Ring, Niskala, Summerchild, Olski, dan Nona Sepatu Kaca. Selain band Indie yang tampil bernyanyi,  ada juga pemutaran film dokumenter.
Acara yang dipandu oleh MC kondang Yogyakarta, Alit Jabang Bayi dan Mukti Entut ini berlangsung meriah dan asik. Donasi yang dilakukan dalam acara ini yakni dengan menyumbangkan uang sebagai ganti tiket pertunjukkan juga dapat menyumbangkan barang seperti makanan yang tidak cepat basi, pakaian, maupun obat-obatan. Bondan Jiwandana, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris USD sekaligus menjadi anggota band Indie Yogyakarta dan menjadi salah satu penggagas bersama dua teman penggagas lainnya, berharap dari acara ini dapat terkumpul dana atau barang-barang yang dapat membantu saudara di Palu. “Kami mengundang cukup banyak band, sehingga kami berharap peserta yang datang cukup banyak, diharapkan dapat terkumpul bantuan untuk Palu.” tuturnya ketika ditemui. Salah seorang orang tua mahasiswa mengakui senang dengan acara ini, “Saya mendengar dari anak saya bahwa ada acara seperti ini, saya jadi ingin ikut karena selama ini kebingungan bagaiaman membantu saudara di Palu, acara ini menjadi sarana untuk beberapa orang yang ingin membantu.” tegasnya.
Acara yang berlangsung selama enam (6) jam ini, setiap band Indie menyanyikan dua lagu terbaiknya. Selain itu, untuk pemutaran film dokumenter yang diputar ada lima (5) film dan dibuat oleh komunitas mahasiswa Palu. Film dokumenter ini berisikan situasi dan kondisi Palu sebelum terjadi bencana besar seperti ini. Tujuannya untuk mengenalkan dan memberi gambaran bagaimana indahnya Palu sebelum bencana, dan beberapa cuplikan kondisi setelah terjadi bencana. Dari film dokumenter yang ditayangkan, diharapkan peserta dapat menyisihkan donasi untuk Palu, walaupun donasi yang akan terkumpul tidak banyak namun hal ini akan sangat membantu saudara kita di sana. Ucha Wulandari, salah seorang panitia sekaligus pendistribusi hasil donasi yang memiliki komunitas ruang imajinasi menuturkan uang yang terkumpul akan di salurkan ke Forum Sudut Pandang yang ada di Palu, dan untuk barang-barang, akan disalurkan ke Komunitas Kata Kerja yang ada di Makassar. Harapan Ucha melalui acara 360 Menit ini bisa menjadi gerakan sosial.
 (VHPR & Y)

  kembali