Komunitas Tari Sekar Jepun Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan pertunjukan tari dengan judul “Gelar Tari Bali 2018” pada Sabtu (6/10) di Taman Beringin Soekarno, Kampus II USD. Kegiatan ini diadakan rutin setiap tahun, untuk tahun ini bertepatan dengan rangkaian acara Dies Natalis USD ke-63.
Acara disambut oleh Wakil Rektor IV USD, F.X Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. Dalam sambutannya, beliau berharap acara ini dapat menyadarkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa menjadi generasi yang cerdas tidak melulu soal mendapat nilai tinggi, melainkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. “Melalui acara ini, mari kita tanamkan pendidikan yang holistic, yakni pendidikan yang menyeluruh dengan tidak saja mencari nilai tetapi juga belajar kepekaan sosial lewat seni.” ujarnya.
Tarian yang ditampilkan merupakan tari Bali tradisional dan tari kreasi, yang di antaranya adalah; Tari Pendet, Tari Condong, Tari Panji Semirang, Tari Kupu-kupu Tarum, Tari Baris, Tari Cendrawasih, Tari Topeng Tua, Tari Rejang Renteng, dan yang terakhir adalah Tari Nadi. Selain itu, tarian ini juga tidak hanya dipersembahkan oleh mahasiswa, namun juga dosen, alumni USD, dan beberapa penari yang masih berusia belia. Kemudian dalam acara ini, Komunitas Tari Bali Sekar Jepun juga berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta dan Sanggar Tari Saraswati.
Acara ini disambut sangat baik oleh masyarakat. Tampak antusiasme penonton untuk menyaksikan acara ini sangat besar, hal ini terlihat dari tempat duduk yang disediakan penuh bahkan ada penonton yang sampai rela berdiri agar dapat menyaksikan pertunjukan tari ini. Menurut salah satu penonton, I Made Harry Wijaya, budaya ini harus terus dilestarikan, “Bagus, kegiatan seperti ini memang harus dilestarikan sebagai bagian melestarikan budaya, lebih baik lagi jika budaya di Indonesia juga dibuat acara rutin seperti ini seperti Dayak atau dari daerah lainnya juga perlu.” ujar Made.
(KCIP & PI)




