USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Konferensi Penguatan Inisiatif Lokal dalam SDGs

diupdate: 8 tahun yang lalu


Berkat kerjasama antara WWF–Indonesia, Jurusan Sejarah Universitas Sanata Darma (USD), Benih Matahari, Rumah Hijau, dan Yayasan KEHATI,  pada tanggal 4-6 September 2018 diadakan Konferensi Penguatan Inisiatif Lokal berbasis Budaya, Edukasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Conference on Strengthening Local Initiatives based on pillars Culture, Education and Sustainable Development Goals/SDGs atau SLICES). Dalam konferensi itu dirumuskan kriteria kelayakan cerita perubahan inisiatif lokal untuk laporan SDGs, dan memperkuat perspektif dan peran budaya dan pendidikan sebagai salah satu akar keberlanjutan suatu kehidupan.
Konferensi ini sebagai ruang untuk uji publik dan diskusi, untuk mempromosikan cerita perubahan sebagai indikator kualitas dari target TPB di tingkat masyarakat lokal, dan diharapkan akan menemukan hal-hal penting yang dapat dijadikan sebagai indikator kualitatif melalui diskusi-diskusi yang terjadi dalam konferensi.
Konferensi tersebut dibuka oleh Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Rektor USD, dalam sambutannya menyatakan bahwa Universitas Sanata Dharma sangat memperhatikan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development). Bagi dunia pendidikan sustainable development sangat relevan lebih melihat ke masa depan berkelanjutan dari pada profit sesaat.
Konferensi yang diikuti oleh 65 orang dari berbagai LSM dan akademisi ini, menghadirkan narasumber Nina Sarjunani, Ketua Tim Sekretariat Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs; Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia; Dra. Cristriyati Ariani, M. Hum. Kepala Museum Benteng Vredeburg yang mewakili dirjen kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;  Silverio R. L. Aji Sampurno, Dosen USD; Dra. Nur Hygiawati Rahayu, ST. M.Sc. Direktur KKSDA BAPPENAS; Hamid Abidin, Direktur Filantropi Indonesia; dan Mohamad M. Sembiring, Keanekaragaman Hayati (KEHATI).
“Masyarakat sipil memainkan peran penting dalam pembangunan, karena masyarakat sipil membawa pengalaman, keahlian, dan keragaman sebagai kontribusinya.” disampaikan Rizal Malik dalam sambutan pembukaannya. “Masyarakat harus menjadi mitra aktif dalam setiap aspek implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan, mulai dari merencanakan kebijakan hingga menerapkannya dan memantau kemajuan.” lanjutnya.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) diresmikan menjadi arahan pembangunan Indonesia hingga 2030, melalui Peraturan Presiden RI No. 59 tahun 2017, dan dilaksanakan melalui Peta Jalan Nasional TPB/SDGs, secara universal, terintegrasi dan saling terkait pada semua dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan, serta harus memberi manfaat dan melibatkan semua terutama kelompok rentan.
Dalam pemaparannya ibu Nina Surjunani mengatakan bahwa saat ini  Indonesia sudah menggabungkan platform pemerintah dan non pemerintah 94-169 target SDGs yang sudah diimplementasikan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional.
(RJPMN)

  kembali