USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Dialog Lintas Iman Fakultas Psikologi USD: "Iman yang Cerdas dan Humanis"

diupdate: 8 tahun yang lalu


Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menyelenggarakan Dialog Lintas Iman pada Jumat, 21 September 2018. Kegiatan tahunan yang diadakan untuk kedua kalinya ini merupakan program kerja Divisi Sosial dan Rohani Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Psikologi USD. Kegiatan yang berlangsung di Hall Selatan Kampus III USD ini pun mengangkat tema “Iman yang Cerdas dan Humanis”.
Dialog Lintas Iman tahun ini dimoderatori oleh A. Harimurti, S.Psi., M.Hum. selaku Dosen Psikologi USD dan menghadirkan enam pembicara dari enam agama besar yang ada di Indonesia. Dr. Muhamad Supraja, S.H., M.Si. selaku pembicara dari Agama Islam; Romo Dr. Matius Mali, CSsR selaku pembicara dari Agama Katolik; Pdt. Drs. Paulus Lie, S.Th., M.Min. selaku pembicara dari Agama Kristen Protestan; Pdt. dr. Lusia Anggraini, M.P.H. selaku pembicara dari Agama Buddha; Drs. Ida Bagus Agung, M.T. selaku pembicara dari Agama Hindu; dan Ws. Adjie Chandra selaku pembicara dari Agama Kong Hu Cu.
Dialog Lintas Iman ini dimulai dengan sambutan dari Glory selaku Ketua Panitia. Ia mengatakan bahwa dialog ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran beriman yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian antar semua agama yang ada di Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Passchedona Henrietta Puji Dwi Astuti Dian Sabbati, S.Psi., M.A. selaku Wakil Ketua Program Studi (Wakaprodi) Psikologi. Beliau mengatakan bahwa dialog ini dapat mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang keyakinan dan kepercayaan. Dosen yang akrab disapa dengan panggilan Mbak Etta ini juga berpesan agar orang muda menjadi sadar untuk terbuka serta berdialog terhadap apa yang dimiliki sebagai dasar untuk membangun bangsa Indonesia lebih maju.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan pemaparan bagaimana enam agama besar yang ada di Indonesia mengajarkan pemeluk-pemeluknya untuk berdialog antar agama dan antar iman secara cerdas dan humanis. Sebelum sampai pada sesi tanya-jawab, perseteruan persaudaraan dalam kemajemukan agama yang menjadi sorotan bangsa akhir-akhir ini juga menjadi salah satu pembahasan yang tidak ditinggalkan.
Laurentius Bagas, salah satu peserta yang hadir mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik. “Bagi saya sendiri, acara Dialog Lintas Iman itu merupakan sesuatu yang menarik karena biasanya kita mengkaji dari agama kita sendiri, tetapi di sini kita dipaparkan oleh pandangan dari enam agama sekaligus. Itu membuka perspektif kita, sehingga menjadi lebih baru dan lebih terbuka terhadap dialog antar agama.” ungkap Bagas. Pentingnya pikiran yang terbuka menjadi kunci untuk berdialog dengan terbuka dalam kehidupan sehari-hari. “Apabila pikiran kita udah terbuka, maka itu akan merepresentasikan perilaku kita ke depannya.” lanjut Bagas.
 
(YS & NWJ)

  kembali