USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Belajar Cara Mengajarkan Analisis Matematika dengan Menyenangkan

diupdate: 8 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan Workshop yang mengangkat tema Mathematics Analysis Learning in Unversity, diselenggarakan pada Jumat (14/09). Kegiatan yang bertempat di Laboratorium Multimedia Matematika Kampus III USD ini, dipersiapkan oleh tim dosen dan beberapa mahasiswa Program Studi (prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) USD. Acara ini dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri 41 peserta berasal dari beberapa kalangan (dosen, mahasiswa S1, S2, dan S3) bidang matematika analisis.
Workshop ini menghadirkan dua orang pembicara yang akan mengulas materi-materi terkait pembelajaran matematika analisis di universitas. Kedua pembicara tersebut yaitu Siti Fatimah, S.Pd., M.Si., Ph.D., dosen prodi Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) selaku pembicara pertama. Selaku pembicara kedua yakni Prof. Dr. Marcus Wono Setya Budhi Guru Besar Keahlian Analisis dan Geometri Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pembicara pertama memaparkan bagaimana memberikan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pembuktian matematika pada mahasiswa S1. Pasalnya, ada beberapa kesulitan dalam pembuktian matematika yang dialami mahasiswa, yakni: kurangnya pemahaman logika, teknik pembuktian, konsep, dan komunikasi bukti. Untuk mengatasi kesulitan tersebut ada beberapa alternatif pembelajaran, salah satunya yakni adanya transisi dari bahasa matematika dan pembuktian untuk mengurangi beban kognitif, seperti diadakannya matakuliah pendukung misalnya matakuliah logika matematika.
Pembicara kedua menjelaskan bagaimana cara belajar dan memberi pembelajaran. Menurutnya belajar merupakan proses rekoleksi dari hal-hal yang diketahui sebelumnya. Pembicara mengajak peserta untuk menyelesaikan beberapa persoalan matematika, bukan hanya sekedar ritual yang dihafalkan, melainkan dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah dipelajari. Menurutnya, belajar matematika haruslah paham dari diri sendiri bukan dari orang lain. Kesalahan dalam melaksanakan pembelajaran matematika saat ini adalah menuntut siswa/ mahasiswa untuk bisa. Namun bukan itu yang menjdi tujuan, selarasnya mengajarkan matematika adalah membimbing agar siswa/ mahasiswa memiliki kepercayaan diri.
Workshop terasa hidup, karena terbangun komunikasi dua arah antara pembicara dengan peserta. Peserta antusias dan semangat dalam mengikuti workshop ini karena merasa materi yang diberikan sangatlah penting. Hal tersebut juga dirasakan Eka Susilowati, dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, selaku peserta workshop. “Saya tertarik mengikuti workshop ini karena ini tentang aplikasi analisis real, saya ingin tahu apa saja aplikasi dari ilmu yang saya pelajari sejak dulu itu. Dengan mengikuti workshop ini pula saya belajar bagaimana cara mengajarkan kepada mahasiswa terkait matakuliah analisis,” tuturnya. Melalui workshop ini, ia berharap agar semakin banyak diadakan acara yang serupa, khususnya yang mengulas matakuliah lain.
(MBC & YDL)

  kembali