Universitas Sanata Dharma (USD) membawa pulang Medali Perak dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31, yang kali ini diselenggarakan di Yogyakarta pada Kamis (30/08) di Gelanggang Olah Raga (GOR) UNY. PIMNAS ke-31 ini berlangsung hingga Senin (02/09) dan diikuti oleh 1.523 mahasiswa dengan 440 proposal dari 136 perguruan tinggi siap beradu dalam tujuh bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Universitas Sanata Dharma ikut berpartisipasi di ajang bergengsi tingkat nasional ini dalam PKM bidang yaitu: PKM-P, PKM-K, PKM-M, PKM-T, PKM-KC. Pada kesempatan ini, dua tim PKM-M dari USD mampu lolos hingga pada tahapan PIMNAS, di mana mereka telah melewati rangkaian tahapan yang cukup panjang yakni pengusulan proposal, proposal terpilih untuk didanai, pelaksanaan program dan pelaporan, kemudian Monitoring dan Evaluasi,
hingga akhirnya lolos ke tahapan berikutnya yaitu PIMNAS. Kedua tim USD yang berhasil lolos PIMNAS ke-31 dengan judul proposal “Edukasi Kesehatan Alat Reproduksi Pada Siswa-siswi MTs Yaketunis Yogyakarta Melalui Pakem Braille” sebagai kelompok pertama, diketuai oleh Novia Indah Permatasari Putri Mahenu dengan dosen pembimbing Florentinus Dika Octa Riswanto, M.Sc. Kelompok ini mampu membawa pulang Medali Perak dari segi presentasi. “Atas Kentang Timbang Ternak (Aktivitas Keterampilan Tangan untuk Membangun Karakter Entrepreneurship Anak di SD Sanjaya Tritis Kaki Gunung Merapi)” sebagai kelompok kedua, diketuai oleh Yosia Pamardi dengan dosen pembimbing Apri Damai Agita Kirssandi, S.S., M.Pd.
Berdasarkan penuturan kedua dosen pembimbing tersebut kedua kelompok telah berjuang dengan maksimal dan telah melalui proses-proses yang cukup menyita tenaga dan waktu dari awal pengusulan proposal hingga akhirnya mampu lolos pada tahapan PIMNAS, mereka berharap mendapatkan hasil yang terbaik dari semua usaha kerja keras kedua tim, serta tim PKM USD yang telah memberikan pendampingan yang maksimal dalam mempersiapkan PIMNAS ke-31 yang dikoordinatori oleh Ir. Tjendro, M. Kom., dan yang pasti kedua tim telah mendapatkan pengalaman baru dan tentunya teman baru dari perrguruan tinggi lainnya kendati mereka semua saling bersaing untuk menjadi yang terbaik.
Menurut Florentinus Dika Octa Riswanto, M.Sc. selaku dosen pembimbing dari tim yang meraih medali perak, “harapan saya untuk PIMNAS yang berikutnya pengelola PKM harus lebih intens lagi walaupun pendampingan saat ini sudah intens agar tim yang mampu lolos PIMNAS lebih banyak lagi, bahkan kalau bisa mampu mendapatkan medali-medali lebih banyak di PIMNAS berikutnya.” tuturnya saat sesi ISOMA.
(MBC)




