Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (USD) pada Selasa (28/8) mengadakan acara Layar Solidaritas untuk Lombok. Acara yang diadakan di Student Hall Kampus I USD ini bertujuan untuk membantu saudara yang terkena bencana gempa di Lombok. Program Studi Sastra Indonesia USD bekerja sama dengan Watchdoc untuk menggelar acara ini. Watchdoc merupakan sebuah rumah produksi yang membuat film pendek ber-genre dokumenter, yang kemudian diunggah di laman Youtube. Film yang diputarkan pada acara donasi ini berjudul “Made in Siberut”, film terakhir yang dibuat oleh Watchdoc. Pada acara ini, panitia mengundang Yasir Dayak sebagai pemantik diskusi setelah pemutaran film.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB melibatkan beberapa pengisi acara mulai dari mahasiswa Sastra Indonesia, pun dengan partisipan dari luar USD. Hampir dari semua penampil membawakan pembacaan puisi yang bertemakan tentang kecemasan mereka atas Negara Indonesia. Setelah ada penampilan hiburan, pemutaran film dimulai. Film “Made in Siberut” ini dibuat di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia. Watchdoc memfokuskan pada suku pedalaman yang ada di Mentawai. Film tersebut menceritakan bagaimana kehidupan suku pedalaman yang dipaksa untuk menjadi “orang kota”. Dalam film tersebut diperlihatkan bagaimana warga suku tersebut membuat makanan seperti sagu, juga tradisi-tradisi yang tak dimiliki suku lain.
Acara dilanjutkan dengan diskusi tentang film, beberapa penonton tampak antusias dalam diskusi ini. Seperti Agustinus Seco yang tertarik dengan data temuan lapangan yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Siberut mengonsumsi sagu dan sagu yang mereka konsumsi adalah hasil olahan sendiri. Dan yang baru ia ketahui bahwa mayoritas masyarakat Siberut masih jarang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok mereka. Hal ini dipaparkan dalam film tersebut dan diperjelas dalam sesi diskusi terbuka.
Kemudian acara ditutup dengan pembacaan jumlah donasi yang telah terkumpul yaitu Rp2.280.300,00 yang akan disalurkan melalui lembaga yang telah bekerjasama dengan panitia.
(PI & ATP)




