Minggu malam, 26 Agustus 2018 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriboe Djendela Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan Pentas Lepas Senja. Pentas ini terbuka untuk umum, digelar di Taman Beringin Fakultas Ekonomi yang menjadi tempat tongkrongan hits para mahasiswa USD khususnya mahasiswa dari Kampus 1. Acara ini merupakan agenda yang dilaksanakan 2 kali dalam 1 semester. Teater Seriboe Djendela (TSD) mengadakan acara ini dalam rangka membuka donasi untuk para saudara-saudari kita yang terkena bencana alam di Lombok, selain itu juga dilaksanakan untuk menyambung expo Inisiasi Sanata Dharma (welcoming performance), serta memperkenalkan UKM Teater Seriboe Djendela kepada mahasiswa baru.
Selama open gate para peserta yang sudah datang dihibur dengan nyanyian dan petikan akustik dari TSD. Setelah nyanyian selesai, 2 pembawa acara yang memperkenalkan diri serta mengumumkan bahwa pentas ini menampilkan 2 sesi, sesi pertama menampilkan Pantomime dengan tema Balerina yang dibawakan oleh Gabriella Srie Nareswari mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris 2015. Balerina mengisahkan kehidupan yang sangat sibuk, merawat anak, mengurus rumah, dan dihadapkan dengan masalah dengan sang suami, namun dia tetap bisa tersenyum dan semangat. Di sesi kedua menampilkan monolog “angst” bertemakan penegak kejahatan, dibawakan oleh Petrus Ardhito, mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia 2015.
Setelah sesi kedua berakhir, disambung dengan acara bincang-bincang dengan para pembawa pantomime dan monolog. Seiring dengan perbincangan ini, TSD memberikan kotak yang diedarkan kepada para hadirin sebagai donasi untuk korban di Lombok. Tidak hanya donasi dari satu acara ini, TSD juga telah melaksanakan beberapa acara galang dana sebelumnya di mana semua donasi yang didapat akan dikumpulkan menjadi satu.
Steven, mahasiswa asal Rantauprapat dari Fakultas Farmasi mengatakan, ”saya baru pertama kali menonton acara TSD dan bagian yang paling menarik adalah penampilan monolog, suasana yang disajikan membuat para penonton terdiam dan terbawa suasana, sayang sekali acara ini hanya berlangsung sebentar”. Phina Angela, peserta yang berasal dari kampus lain juga mengatakan, ”baru pertama masuk ke kampus USD dan langsung diajak teman untuk menonton acara TSD, awalnya sempat bingung dengan pantomime, tapi setelah dijelaskan oleh teman saya kalau menonton tidak hanya menonton saja tapi harus dibarengi dengan berimajinasi, semuanya akan dimengerti.”
“Setiap kehidupan pasti ada suka dan duka. TSD ingin memberi contoh bila kita sedang dalam keadaan duka tetapi kita tetap harus bersikap layaknya kita dalam keadaan suka.” pesan acara ini yang disampaikan oleh Robertus Purnomo selaku Humas TSD, mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling 2016.
(Y & BP)




