USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Lokakarya "Pedagogi Ignasian di Era Digital: Tantangan dan Harapan" oleh PPIP USD

diupdate: 8 tahun yang lalu


Pusat Pengembangan dan Inovasi Pembelajaran (PPIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Lokakarya yang bertema “Pedagogi Ignasian di Era Digital: Tantangan dan Harapan”. Lokakarya yang diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2018 di Ruang Audio Visual, Magister Manajemen, Kampus 2 USD ini dihadiri oleh para dosen dari berbagai program studi USD. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak para dosen menerapkan Pedagogi Ignasian di era digital dengan segala tantangan dan harapan yang dihadapi.
Acara ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan paparan oleh Romo Eko Budi Santoso, S.J., Ph.D. Tujuan pemaparan ini adalah menyegarkan kembali pemahaman dosen tentang Pedagogi Ignasian dan meneguhkan atau menggugah keinginan untuk menerapkan pembelajaran yang berdasarkan Pedagogi Ignasian dalam era digital. Romo Eko memaparkan bahwa budaya digital menawarkan akses informasi tak tebatas dan cepat, tetapi mempercepat (accelerate) budaya instan, dan dapat mengakibatkan kedangkalan (superficialitas). Sebagai pendidik, para dosen harus mampu menggunakan sarana dan prasarana, metodologi dan pendekatan pembelajaran yang heavily digital oriented, serta untuk mengajak mahasiswa menghargai proses dan kemendalaman. Melalui paparan yang disampaikan oleh Romo Eko, para dosen diajak untuk semakin memahami panggilannya sebagai dosen USD yaitu untuk mendampingi mahasiswa di era ini untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh dan seimbang sebagai citra Allah.
Sesi kedua yang bertema Flipped Classroom Model dipandu oleh Ibu Mega Wulandari, M. Hum. dan Bapak F. X. Risang Baskara, M.Hum. Ibu Mega Wulandari membuka dengan mengajak para dosen untuk membentuk kelompok dan mengerjakan kuis. Kuis yang diberikan dikemas lebih menarik dengan memanfaatkan aplikasi Kahoot. Kemudian dilanjutkan dengan memaparkan mengenai Flipped Classroom Model dan kaitannya dengan Bloom’s Taxonomy, sertakelebihan-kelebihan dan kendala-kendala yang dihadapi pada implementasi Flipped Classroom Model. Tentunya, keuntungan Flipped Learning melebihi kendala yang dihadapi. Berikutnya, Bapak Risang Baskara memandu jalannya diskusi kelompok sesuai dengan program studi masing-masing dosen. Para dosen berdiskusi untuk merancang Flipped Learninguntuk satu pertemuan. Acara dilanjutkan dengan presentasi dari beberapa kelompok.
(EMH)

  kembali