Universitas Sanata Dharma (USD) melalui Wakil Rektor I pada hari Rabu (08/08) mengadakan lokakarya Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Mahasiswa Baru Angkatan 2018 tentang Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar (PPKMB). Acara ini diadakan di Kampus 2 USD dihadiri oleh 70 peserta yang merupakan DPA untuk mahasiswa baru. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD memberikan sambutan untuk membuka acara. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi bagian sangat penting untuk mempersiapkan jati diri setiap mahasiswa. Beliau juga menambahkan pentingnya sebuah relasi juga komunikasi antara mahasiswa dan dosen karena secara umum lulusan SMA belum siap memasuki proses belajar secara mandiri.
Sesi pertama diisi oleh Rohandi, Ph.D. selaku Wakil Rektor I (WR1) yang diawali dengan ucapan terima kasih atas ketersediaan bapak, ibu, dan romo yang akan mendampingi para mahasiswa baru. Di tengah sesi, beliau memberikan penguatan untuk dosen yang pertama kali merasakan menjadi DPA untuk mahasiswa baru maupun dosen yang sudah pernah. Mahasiswa baru perlu dibimbing secara khusus melalui kegiatan akademik dan non akademik. “Ukuran yang paling penting dari PPKMB adalah seperti apa alumnus kita berkarya dan akan menjadi apa para mahasiswa ke depannya. Pendampingan ini bertujuan untuk membangun alumnus yang lebih baik.” tutur Pak Rohandi.
Sesi kedua dilanjutkan dengan sharing tentang pengalaman dari dosen yang dipilih secara acak yang telah menjalankan tugas sebagai DPA pada tahun-tahun sebelumnya dan ditambah dengan pengalaman dari sudut pandang mahasiswa tentang pelaksanaan PPKMB. Selanjutnya pada sesi ketiga dilanjutkan oleh YB Adimassana selaku Koordinator PPKMB. Beliau menjelaskan tentang modul yang akan digunakan sebagai sarana untuk membimbing para mahasiswa. “Lokakarya yang diadakan setiap awal semester 1 ini bertujuan membekali dosen untuk mendampingi mahasiswa semester 1 dan 2 secara intensif yang berdampak terbentuknya budaya akademik tumbuhnya kemampuan mahasiswa yang diharapkan dapat memperlancar studi mereka dan sesuai profil lulusan USD.” ungkap beliau.
“Acara ini sangat bermanfaat dan menguatkan untuk menjadi DPA. Dulu saya pernah menjadi cofasilitator dan sekarang menjadi fasilitator. Cofasilitator menurut saya penting, bukan untuk menggantikan, melainkan sebagai menjembatani untuk berdinamika dan berinteraksi dengan mahasiswa agar tidak canggung. Dosennya sudah dipersiapkan, cofasilitatornya juga harus dipersiapkan. Harapannya ada pendampingan untuk cofasilitator.” tutur Ibu Dian yang merupakan DPA Pendidikan Fisika yang juga alumni USD.
(DPM & CPBS)




