USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Terima Kunjungan dari Die Sternsinger Jerman

diupdate: 8 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Senin 30 Juli 2018 menerima kunjungan 2 orang pejabat dari Die Sternsinger, Jerman yaitu Dr. Franz Marcus (Board Member Commissioner for Child Protection) dan Claudia Rupp (Programme Officer Asia and Oceania). Kunjungan ini disambut oleh Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.; Wakil Rektor I Rohandi, Ph.D.; dan Wakil Rektor IV F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. Pertemuan yang berlangsung pada pukul 15:00 hingga pukul 16:30 ini bertempat di Ruang Rapat Rektorat.

Acara dimulai dengan pengenalan Universitas Sanata Dharma oleh Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc,. Ph.D. Rektor menjelaskan perjalanan USD yang berdiri pada tahun 1955 berawal dari sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), hingga menjadi sebuah Universitas dengan 25 program studi S1, 8 program studi S2, 1 program profesi, dan 1 program studi S3.
Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Die Sternsinger oleh Dr. Franz Marcus yang menjelaskan bahwa Die Sternsinger merupakan sebuah organisasi yang berkomitmen pada kesejahteraan anak dari gereja katolik di Jerman. Organisasi ini merupakan cabang Pontifical Society of Holy Childhood (POSI) di Roma yang fokus pada bidang pendidikan, integrasi sosial, kesehatan, pekerjaan pastoral, dan nutrisi. Die Sternsinger diikuti oleh sekitar 200.000 anak-anak di Jerman. Mereka melakukan beberapa kegiatan untuk mengumpulkan uang. Dr. Franz Marcus menceritakan sedikit mengenai kegiatan unik yang dilakukan anak-anak. Pada masa natal mereka berkeliling ke rumah-rumah dan bernyanyi untuk membagikan sukacita dan berkat untuk keluarga. Tak jarang mereka pun mendapatkan uang dari keluarga-keluarga yang didatangi. Dari hasil ini, anak-anak mengumpulkannya menjadi satu dan akan disumbangkan untuk teman-teman dan saudara yang mengalami kesulitan. Mereka belajar untuk memiliki kepedulian dan rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesamanya. Terlepas dari kegiatan di masa natal, banyak remaja dan anak-anak yang tetap aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, paroki, dan lainnya untuk mencari dana.
Organisasi ini memiliki cita-cita yang sangat mulia, di mana mereka menginginkan seluruh anak yang kurang beruntung supaya mendapat kehidupan yang lebih baik. Target Die Sternsinger adalah anak-anak yang kelaparan, korban bencana alam, tidak mendapat pendidikan, mengalami kekerasan, dan pelecehan seksual. Kegiatan yang mereka lakukan berbasis pendekatan holistik yang mengutamakan kebutuhan material, emosional, dan spiritual. Mereka juga ingin membagikan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki. Untuk itu, pada kesempatan ini, mereka datang ke Indonesia dan mengunjungi 5 universitas di tiga kota besar yaitu Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Atmajaya Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma. Mereka menawarkan beberapa mata kuliah yang fokus dengan komitmen kepedulian terhadap anak. Mereka melihat Universitas Sanata Dharma berpotensi untuk ikut andil dalam menyukseskan visi Die Sternsinger. Mereka pun bersedia membantu dan berkontribusi jika Universitas Sanata Dharma mengadakan workshop misalnya dengan mendatangkan para ahli untuk menjadi sumber informasi dan diskusi mengenai kasus-kasus yang terjadi pada anak dan remaja.
Universitas Sanata Dharma pun menyambut dengan terbuka tawaran tersebut dan berniat untuk menginformasikan lebih luas kepada beberapa Dekan fakultas yang berpotensi dapat memasukkan mata kuliah yang bekerja sama dengan Die Sternsinger. “Mendapat sebuah kesempatan untuk memperkaya ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat baik karena sejatinya ilmu akan menjadi kekayaan yang tidak akan pernah habis.” tambah Rektor USD dalam menutup pertemuan tersebut.
(AMDA & VYA)

  kembali