Penyakit diabetes melitus atau biasa disebut kencing manis merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh yang melebihi batas normal. Diabetes melitus dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor, di antaranya seperti faktor genetik atau turunan, aktivitas fisik yang kurang, kelompok etnis/ras tertentu, hipertensi, obesitas, serta riwayat penyakit kardiovaskular. Ciri-ciri penderita diabetes melitus antara lain; frekuensi buang air kecil terlalu sering, lebih cepat haus, rasa lapar berlebih dan penurunan berat badan secara drastis. Pengobatan modern cenderung dipilih masyarakat perkotaan, namun perlu diketahui bahwa pengobatan alternatif juga dapat digunakan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus.
Beberapa riset menunjukkan, pemanfaatan daun sambiloto dan daun stevia dapat digunakan sebagai produk alternatif anti-diabetes atau disingkat “LOTOVIA”. Berdasarkan fakta ini dan adanya sumber daya manusia yang berpotensi dalam mengolah kekayaan alam melimpah, mendorong perhatian sekelompok mahasiwa Universitas Sanata Dharma (USD) untuk melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat. Diketuai oleh Stefanus Leonardo Jonhalim (Farmasi 2015) dengan Johannes Sianturi Baskoro (Farmasi 2015), Anastasianus Hendriana (Farmasi 2015), Josephine Anindyasari Kristanto (Akuntansi 2015), dan Yoheksi Agestaura Dwiasih Setjo (Psikologi 2016) sebagai anggota, serta dengan bimbingan Ibu Dita Maria Virginia, S. Farm., Apt., M. Sc. tim ini membuat sebuah Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM-M) USD yang didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) yang berjudul “LOTOVIA: Metode Pengembangan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Siswa-Siswi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Sebagai Edukasi Produk Tanaman Obat Anti-Diabetes”.
Program ini dilaksanakan di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta mulai dari 5 Mei
2018 hingga 26 Mei 2018. Siswa-siswi yang berpartisipasi dalam kegiatan PKM-M ini sejumlah 22 orang. Uniknya pengembangan “LOTOVIA” oleh tim PKM-M dalam bentuk edukasi terkait pencegahan dan pengobatan penyakit diabetes melitus kepada siswa-siswi anggota KIR SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta melalui media visual yang melibatkan diskusi dua arah, permainan smart card seputar tanaman obat sebagai media belajar yang mengasikkan, cara menanam sambiloto dan stevia hingga pembuatan mini herbal garden, serta pembuatan teh celup berbahan dasar daun sambiloto dan stevia sebagai produk anti-diabetes. Pemberian edukasi adalah untuk menunjang praktik pencegahan alternatif dengan pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional sehat, mudah dan murah, serta mendorong pola hidup sehat kepada siswa-siswi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sebagai bagian dari masyarakat. Sehingga sebagai generasi muda, siswa-siswi didorong untuk ikut menyuarakan anti-diabetes di dalam masyarakat.
Siswa-siswi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan dari PKM-M “LOTOVIA”. Kegiatan ini membantu siswa-siswi dalam memahami cara menanam yang baik dan benar, serta mengolah tanaman mereka menjadi teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Siswa-siswi juga membawa pulang ke rumah tanaman sambiloto dan stevia yang telah mereka tanam di sekolah dan memberitahukan khasiat kedua tanaman tersebut kepada keluarga mereka. Guru-guru SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta juga sangat mengapresiasi program ini karena dapat membantu siswa-siswi dalam belajar mengenai diabetes melitus dan pencegahannya, serta membantu siswa-siswi untuk lebih mengenal tanaman herbal.
(J & FEJL)




