Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang pengabdian Masyarakat (PKM-M) merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Ristekdikti. Salah satu PKM-M dari Universitas Sanata Dharma tahun 2018 yang didanai oleh Ritekdikti yaitu PKM-M Konseling Kelompok Sand Play (KOPOK SAPI) yang terdiri dari 4 anggota yaitu; Andreas Purbo A (BK 2015); Luisa Dwizatnia P (BK 2015); Lucia Kripsi A (BK 2015); dan Theodora Sekar A (Psi 2016) dengan dosen pembimbing Ibu Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd., M.A. PKM-M ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi menggunakan Konseling Kelompok Sand Play pada Pendidikan Iman Anak (PIA) Gereja Salib Suci Gunung Sempu Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja Salib Suci Gunung Sempu Yogyakarta dari 21 April hingga 2 Juni 2018 dengan target sasaran anak-anak PIA. Setelah tim PKM-M melakukan survei, didapatkan hasil bahwa anak-anak PIA memiliki permasalahan yang terkait dengan rendahnya konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan memperhatikan ketika mengikuti kegiatan Sekolah Minggu (Sabtu Ceria).
Adanya PIA sejatinya merupakan peran nyata Gereja Katolik dalam memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan pribadi dengan berbagai kegiatan seperti, membaca Kitab Suci, bernyanyi, menggambar, dan mewarnai. Namun melihat permasalahan yang ada, akhirnya Tim PKM-M KOPOK SAPI ingin membantu agar permasalahan yang dihadapi anak-anak PIA dapat teratasi. Tim PKM-M melakukan 3 kali kegiatan konseling kelompok anak-anak dengan menggunakan media pasir kinetik. Pasir kinetik merupakan media yang digunakan tim dalam memberikan konseling kelompok. Pasir kinetik yang tim gunakan sangat beragam warnanya disertai dengan mainan pendukung berupa action figure, mobil, boneka, rumah, hewan, dan lain sebagainya.
Proses konseling dilakukan guna meningkatkan kemampuan konsentrasi anak-anak di mana anak dapat fokus dalam membuat cerita dari pasir kinetik, lalu meningkatkan kemampuan kreativitas di mana anak-anak dapat mengekspresikan cerita yang ingin disampaikan, dan terakhir meningkatkan kemampuan memperhatikan di mana anak mampu mendengar dan memperhatikan teman sebaya saat bercerita. Pada setiap pertemuan tim memberikan tema cerita yang berba-beda pada anak.
Pada konseling ini jumlah anak yang hadir mencapai 26 orang. Karena ini sekolah minggu, jumlah anak terkadang tidak dapat diprediksi. Akan tetapi dengan kedatangan tim PKM-M KOPOK SAPI ini, jumlah kehadiran anak-anak setiap minggunya selalu meningkat. Hal ini membuktikan bahwa konseling kelompok menggunakan media pasir kinetik (sand play) efektif diterapkan bagi anak-anak PIA dalam meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan memperhatikan. Dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan media yang menarik dapat membuat antusiasme anak-anak meningkat dan tugas perkembangan anak dapat terlewati dengan baik.
(LUI)




