Salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan adalah tentang perilaku hidup bersih dan sehat khususnya kepedulian dalam membuang sampah berdasarkan kategorinya. Hal tersebut tertuang dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma (USD) yang didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) yang berjudul “SALAM BIDADARI Sebagai Upaya Peningkatan Pengelolaan Sampah”.
Program tersebut diusulkan oleh 5 mahasiswa, yakni Andita Suryarini (Farmasi 2015), Sheila Fatika (Farmasi 2015), Fransiska Murni Larasaty (Farmasi 2015), Yana Resti Yanto (Teknik Mesin 2016), dan Stephanus Debby Christmas Deo (Teknik Mesin 2016) dengan bimbingan Dr. Rita Suhadi, Apt. Kegiatan ini dilakukan di SLB Bangun Putra, Kasihan, Bantul dimulai dari 5 April hingga 25 Mei 2018. Tujuan dari kegiatan ini adalah mahasiswa ingin mengajak masyarakat (dimulai dari anak-anak) untuk meningkatkan kepedulian dalam membuang sampah berdasarkan kategorinya. Siswa-siswi yang tergabung dalam kegiatan PKM-M SALAM BIDADARI sejumlah 16 orang di antaranya SD, SMP, dan SMA dengan kategori tunagrahita. Sebelum penyampaian materi dilakukan, tim PKM-M mempelajari metode untuk memudahkan dalam penyampaian materi sehingga dapat mempermudah daya tangkap anak-anak.
Penyampaian materi dibuka dengan permainan untuk menambah ketertarikan anak-anak dalam mengikuti pembelajaran tentang pengkategori sampah. Permainan ini menjadi sarana dalam penyampaian materi agar lebih menarik sehingga dapat menjadi alternatif pembelajaran yang tidak monoton. Permainan yang dilakukan merupakan permainan edukatif yang dirancang untuk merangsang daya pikir termasuk meningkatkan konsentrasi dan memecahkan masalah. Permainan ini juga dilakukan sebagai saran untuk lebih mengakrabkan hubungan antara siswa dengan tim. Pemberian materi diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan siswa terhadap kategori sampah. Pemberian materi dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa alat putar serta tempat sampah berbunyi. Pada alat putar berisi contoh-contoh sampah yang biasanya ada di lingkungan sekolah. Tempat sampah tersebut di antaranya ada 3 kategori yakni tempat sampah kertas, plastik, dan organik. Di antara 3 tempat sampah tersebut memiliki bunyi khas sehingga memudahkan anak-anak dalam pembuangan sampah.
Pada tiap pertemuan, anak-anak diberikan buku saku untuk menuliskan kesan dan pesan serta stiker yang dirasakan pada kegiatan hingga hari terakhir kegiatan. Selain buku kegiatan, juga membagikan buku manual yang berguna untuk perawatan tempat sampah berbunyi. Tim juga melakukan monitoring terhadap keberlanjutan program. Siswa sudah mulai membiasakan diri untuk membuang sampah sesuai dengan kategorinya setelah mendengarkan bunyi yang ada di tempat sampah. Program ini tercapai apabila siswa tersebut dapat melakukan secara mandiri pembuangan sampah sesuai dengan kategorinya.
Kepala SLB Bangun Putra, Bu Purwanti mengapresiasi program ini. Beliau mengatakan “Program dari mahasiswa ini kreatif karena mengenalkan kategori sampah menggunakan bunyi. Hal ini meningkatkan antusiasme para siswa untuk mengenal kategori sampah dan menerapkan membuah sampah sesuai kategorinya.”
(SB)




