USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Tim PKM-M USD Kenalkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Alat Reproduksi pada Anak Tuna Netra

diupdate: 8 tahun yang lalu


Kesehatan reproduksi sering dilihat berdasarkan dari satu sudut pandang saja yaitu sebagai hubungan seksual, sehingga tidak sedikit masyarakat yang merasa bahwa topik pembicaraan ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan remaja. Padahal pentingnya mengetahui dan menjaga kesehatan reproduksi harus disadari sejak dini. Selain itu, kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang sangat penting untuk dimengerti oleh remaja, dengan demikian pendidikan mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan kepada remaja. Hal ini bertujuan agar pengetahuan mereka mengenai kesehatan organ reproduksi mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terciptalah generasi muda yang sehat.
Anak berkebutuhan khusus terutama anak tuna netra tentunya juga wajib mengetahui dan mengerti apa itu alat reproduksi, bagaimana penampakannya, cara menjaganya, serta penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi. Keterbatasan yang mereka punya bukan menjadi alasan untuk tidak dapat mengeksplorasi hal-hal yang tidak bisa mereka ketahui melalui indera penglihatannya. Ini bukanlah suatu hal yang tabu karena pendidikan seksualitas menjadi rambu-rambu penting yang harus mereka ketahui. Selain untuk menjaga diri mereka dari penyakit tertentu, pendidikan ini juga menghindarkan mereka dari berbagai tindak kejahatan dan kekerasan.
Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma dengan judul program “DUTA AKSI” yaitu Edukasi Kesehatan Alat Reproduksi pada Siswa-siswi Yaketunis Yogyakarta melalui Media Pakem Braille bertujuan untuk memberi pendidikan mengenai seksualitas khususnya pendidikan kesehatan alat reproduksi pada anak-anak berkebutuhan khusus  (tuna netra). Sasaran dari program ini adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII di MTs Yaketunis Yogyakarta. Dalam kegiatan ini tim PKM-M yang beranggotakan mahasiswa gabungan dari program studi Farmasi dan program studi Pendidikan Biologi, mengabdikan diri menjadi pengajar sukarela di sekolah tersebut pada tanggal 5 Mei 2018 sampai dengan 7 Juni 2018. Kegiatan tersebut diawali dengan perkenalan dan pemberian materi tentang sistem reproduksi dengan metode ceramah. Kemudian dalam pertemuan selanjutnya  pembelajaran di kelas didukung dengan media khusus berupa miniatur sistem organ reproduksi laki-laki dan perempuan yang dilengkapi dengan modul yang berisi petunjuk dan materi ajar mengenai alat reproduksi, penyakit beserta cara menjaga kesehatan alat reproduksi dengan tulisan Braille. Pada kegiatan ini, siswa-siswi mampu mengeksplorasi diri dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme siswa-siswi terlihat sangat tinggi ketika belajar dengan menggunakan media Pakem Braille dibandingkan dengan metode sebelumnya yaitu metode ceramah. Rasa ingin tahu mereka begitu besar, hal tersebut ditunjukan dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Tim PKM-M dan semangat mereka ketika membahas hal-hal mengenai sistem alat reproduksi, sehingga terciptalah suasana belajar yang partisipatif, aktif, kreatif, efisien, dan menyenangkan. Demi menjaga keberlangsungan dari program yang sudah dibuat oleh tim PKM-M, diadakan pelatihan kepada pihak sekolah melalui guru yang mengampu mata pelajaran IPA Terpadu, terkait panduan penggunaan dari media Pakem Braille. Diharapkan dengan kegiatan pembelajaran ini, pengetahuan mereka mengenai sistem reproduksi, dan cara menjaga kesehatan alat reproduksi bertambah.
(PI)

  kembali