USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Talkshow #JubileeStAloysiuaGonzaga:
Kedalaman Rohani dalam Perutusan

diupdate: 8 tahun yang lalu


Campus Ministry Universitas Sanata Dharma (CM USD) pada Minggu (1/7) mengadakan Talkshow bertajuk "Kedalaman Rohani dalam Perutusan" bertempat di Kapel St. Robertus Bellarminus Kampus I USD. Talkshow ini diadakan dalam rangka rangkaian perayaan Novena Reformatio Vitae Provindo: Kerjasama dalam Komunitas #JubileeStAloysiusGonzaga. Pembicara dalam talkshow kali ini adalah Romo P. Mutiara Andalas, SJ. Talkshow yang dihadiri oleh para frater, komunitas-komunitas CM (Cana, IMC, Legio Maria), dan peserta lainnya ini dimulai pukul 09.00 WIB yang diawali dengan misa mingguan terlebih dulu.
Romo P. Mutiara Andalas, SJ pada talkshow kali ini menggunakan metode sharing atau pembelajaran berbasis persoalan. Pembicara atau orang yang di depan sebagai fasilitator yang merupakan sumber ilmu yang akan dibagikan. Pagi itu peserta talkshow dibagi dalam empat kelompok untuk membagikan pengalaman pribadinya masing-masing. Pembicara meminta para peserta sharing mengenai kedangkalan macam apa yang mereka lihat dalam masyarakat dan diri mereka sendiri, serta bagaimana usaha mereka agar kedangkalan tersebut menjadi suatu kedalaman rohani. Setelah pembagian kelompok, peserta mulai membagikan kisah mereka masing-masing secara bergantian selama 30 menit. Setelah sharing dalam kelompok, peserta dikumpulkan dalam kelompok besar kembali untuk membagikan hasil sharing kepada kelompok lain. Salah satu kelompok menyampaikan bahwa kedangkalan yang kerap mereka alami dalam masyarakat adalah maraknya penyebaran berita hoax, tidak mampu bertahan pada suatu kekaguman, dan masyarakat cenderung cuek pada hal-hal yang sedang terjadi. Sedangkan satu kelompok lain mengatakan bahwa teknologi dan relasi adalah dua kedangkalan besar yang sedang terjadi pada masyarakat kita akhir-akhir ini. Romo P. Mutiara Andalas, SJ mengatakan, "Kita berada di zaman koneksi yang malah menjadikan kita disconnected."
Generasi saat ini terlihat sangat terburu-buru dalam menjalankan sesuatu, "Ritmenya terburu-buru, pokoknya ngegas terus seperti sedang lomba MotoGP. Padahal seharusnya kita berhenti sejenak untuk melihat keindahan di sekitar kita." tambah Romo P. Mutiara Andalas, SJ. Kedalaman rohani bisa kita dapatkan dari melihat keindahan yang kita punya di sekitar kita dan tak lupa dengan senantiasa berdoa. Dalam pesan penutupnya, Romo P. Mutiara Andalas, SJ mengandaikan doa kita pada Tuhan seperti pesan Whatsapp, pesan yang kita kirimkan tidak selalu terkirim dan tidak selalu langsung dibaca karena Tuhan menerima banyak pesan. Akan tetapi, kita harus sabar menunggu karena Tuhan pasti akan selalu membaca dan menjawabnya di waktu yang tepat.
(ATP & KYP)

  kembali