Darmasiswa adalah sebuah program beasiswa yang ditawarkan Kemdikbud untuk mahasiswa yang berasal dari berbagai negara dari penjuru dunia. Pada tahun angkatan 2017/2018, Universitas Sanata Dharma (USD) menerima 15 orang mahasiswa Darmasiswa. Selama satu tahun, mahasiswa Darmasiswa belajar bahasa Indonesia di Lembaga Bahasa USD. Di penghujung tahun akademik, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengadakan Lomba Menulis Bahasa Indonesia. Lomba Menulis Bahasa Indonesia adalah sebuah kompetisi menulis esai atau puisi dalam bahasa Indonesia dengan mengundang seluruh mahasiswa Darmasiswa untuk berpartisipasi dalam lomba ini. Dengan harapan bahwa pengalaman selama di Indonesia dapat tercurah dalam bentuk tulisan.
Salah seorang mahasiswa Darmasiswa yang mewakili USD, Amado Anthony III, yang akrab disapa Arlo, turut berpartisipasi dalam lomba ini. Pada tanggal 31 Maret 2018 Arlo mengirimkan esai ke Panitia Lomba Menulis Bahasa Indonesia, BPKLN, Kemdikbud. Pemenang lomba diumumkan oleh Panitia melalui alamat e-mail pada tanggal 10 Juni 2018. Arlo berhasil meraih juara pertama dengan esai yang membawa tema tentang sastra lisan Indonesia. Darmasiswa asal Filipina ini membagikan pandangannya bahwa sastra dianggap sebagai identitas bangsa yang ada dalam sastra lisan, yaitu sejarah Indonesia. Terinspirasi dari salah satu karangan dalam “Memasak Nasi Goreng tanpa Nasi: Antologi Pemenang Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013”, Arlo memulai proses penulisan esai selama kurang lebih 2 bulan. Prestasi ini adalah salah satu kebanggaan untuk mahasiswa Darmasiswa, juga USD yang telah membantu proses pembelajaran selama satu tahun. Ketertarikan Arlo pada Bahasa Indonesia bermula dari karya sastra Indonesia dan memilih USD karena sebelumnya telah berpartisipasi dalam konferensi yang diadakan USD, salah satunya adalah Literary Studies Conference (LSC), dan berdasarkan saran dari mentornya.
Peserta Lomba Menulis Bahasa Indonesia dapat memilih salah satu dari tiga tema, di antaranya adalah Multikulturalisme di Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika, Dongeng dan Legenda dalam masyarakat Indonesia: Rekaman Nilai-Nilai Masyarakat, dan Peran Media Sosial dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Dari 65 peserta yang mengirimkan tulisannya, terpilih dua orang juara pertama, lima orang juara kedua, dan sembilan orang juara ketiga. Hadiah yang diberikan pada pemenang sangat beragam, mulai dari hadiah liburan mengelilingi Indonesia hingga kain khas tradisional berbagai daerah di Indonesia.
(sgs)




