Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Jumat (25/5) mengadakan Seminar Sanata Dharma Berbagi dengan tema "Pemanfaatan Bahan Alam & Teknologi di Era Digital dalam Upaya Pengembangan Bentuk Sediaan Obat". Seminar Sanata Dharma Berbagi ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan LPPM USD dengan melibatkan fakultas-fakultas di USD. Seminar ini merupakan sarana untuk memperkenalkan Doktor baru di lingkungan USD agar dapat membagikan ilmu melalui penelitian terbaru dalam studi program Doktornya. Seminar yang diadakan di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara USD ini mendatangkan dua pembicara yaitu Dr. Agatha Budi Susiana Lestari, M.Si., Apt. dan Dr. Rini Dwiastuti, M.Sc., Apt. dengan moderator Dr. Sri Hartati Yuliani.
Seminar tersebut diikuti oleh kurang lebih 92 peserta, yang terdiri dari internal maupun eksternal USD. "Seminar Sanata Dharma berbagi ini merupakan wujud nyata kontribusi USD untuk membangun masyarakat yang lebih baik, secara khusus hari ini kita akan mendapat ilmu farmasi yang sekiranya akan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat kita." kata Wakil Ketua LPPM USD, Dr. Heri Pribawanto Suryawan, M.Si. pada sambutannya.
Sesi pertama diawali dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Agatha Budi Susiana Lestari, M.Si., Apt. yang menyampaikan tentang "Pegagan: Perjalanan Menuju Obat Herbal Terstandar". Dalam penyampaiannya, beliau mengatakan bahwa pegagan ini dapat dijadikan kandidat obat tradisional yang memiliki manfaat yaitu anti agregasi platelet. Dengan penelitian lebih lanjut dan waktu yang lebih, diharapkan pegagan bisa menjadi obat anti agregasi platelet yang dapat bersaing dengan obat konvensional seperti aspirin. Kemudian sesi selanjutnya diisi oleh materi dari Dr. Rini Dwiastuti, M.Sc., Apt. Materi yang beliau sampaikan mengenai "Teknologi Komputasi dalam Pengembangan Formulasi Sediaan Nanoteknologi". Dalam sesinya, beliau menyampaikan bahwa hasil pemodelan molekul CGMS menggunakan fosfolipid DLPE pada sistem tanpa senyawa aktif terbentuk struktur liposom pada fase equilibrium. Serta, hasil pemodelan mengindikasikan terbentuknya nanoliposom dengan morfologi yang mirip dengan hasil observasi empiris.
(ATP & TAP)




