Menjadi pemuda masa kini tidaklah cukup hanya berbekal kemampuan akademik saja, namun dibutuhkan juga kepedulian terhadap sosial maupun lingkungan sekitar. Hal ini selaras dengan dua dari tiga semboyan Universitas Sanata Dharma (USD), yaitu Competence dan Compassion yang mana ada keseimbangan antara kecerdasan akademik dan kepedulian sosial. Berangkat dari hal tersebut, maka Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USD bekerjasama dengan tim Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) yang notabene dari Universitas Pembangunan Negeri (UPN) menyelenggarakan diskusi terbuka mengenai Global Volunteer.
Diskusi terbuka ini diselenggarakan di Ruang Seminar LPPM pada hari Sabtu, 19 Mei 2018. Acara yang dimulai pada pukul 09.30 ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta, baik mahasiswa dari USD maupun dari luar. Acara ini dibuka dengan sharing oleh dua Exchange Participant (EP), EP merupakan peserta yang telah mengikuti proyek sosial dari AIESEC sebelumnya. Para EP menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti program sosial dari AIESEC.
EP pertama adala Tirza, yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris USD angkatan 2015. Ia menceritakan pengalaman selama berdinamika di Thailand. Sementara Kezia, mahasiswa dari Pendidikan Bahasa Inggris USD angkatan 2015 juga berbagi pengalamannya saat mengajar di Vietnam. Keduanya mengambil proyek di dunia pendidikan. Ada perbedaan situasi pendidikan di kedua negara tersebut. Tirza mengungkapkan bahwa pendidikan di tempat yang ia kunjungi sangatlah minim. Banyak dari anak yang belum paham akan bahasa Inggris. Di samping itu, Kezia merasa anak-anak di tempat dia melakukan program sangatlah pintar dalam hal writing. Ia mengungkapkan bahwa anak-anak SMP kelas dua di sana sudah memiliki standar Bahasa Inggris setara dengan IELTS. Hal ini dapat diketahui dari tulisan mereka yang sudah sangat bagus, namun untuk kemampuan berbicara, anak-anak di Vietnam masih kurang. Maka dari itu, Kezia merasa tertantang untuk mengajari anak-anak berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar dan benar.
Setelah sharing pengalaman, dilanjutkan dengan sesi sharing mengenai Global Volunteer dari AIESEC. Sesi ini disampaikan oleh Koordinator AIESEC UPN, Jonathan. Dia mengungkapkan bahwa AIESEC yang sudah berada di Indonesia selama 33 tahun ini merupakan salah satu organisasi terbesar di dunia. Organisasi ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda dan menjadi wakil di luar negeri untuk menjalankan proyek sosial. Dalam menjalankan proyek sosial ini, AIESEC berfokus pada beberapa isu-isu dunia seperti Kesehatan, Pendidikan, Budaya, Lingkungan, dan kewirausahaan. Selain itu, AIESEC juga berpacu pada Sustainable Development Goals (SDGs). Program SDGs ini adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang telah ditentukan oleh PBB. Dalam pengembangan mahasiswa selanjutnya, para peserta berhak memilih salah satu aspek yang akan menjadi fokus proyek sosialnya. Diadakannya AIESEC ini bertujuan untuk memberikan dampak secara langsung pada masyarakat luas melalui proyek sosial. Ia juga mengatakan akan ada banyak manfaat yang didapatkan saat mengikuti Global Volunteer ini, seperti jaringan internasional, pengembangan diri, ataupun menjadi ambasador dari Indonesia.
Setelah selesai penjelasan mengenai AIESEC dan Global Volunteer, para peserta diminta untuk bergabung dalam kelompok sesuai dengan negara yang ingin dituju untuk melakukan proyek. Para peserta terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok Eropa, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu-tiga EP. Dalam kelompok ini, peserta diarahkan untuk diskusi yang lebih mengarah ke pembiayaan. Selain itu, peserta lebih leluasa untuk bertanya jawab lebih detail mengenai Global Volunteer dan AIESEC.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa terutama Mahasiswa USD menjadi lebih aktif dalam berpartisipasi di kegiatan Global Volunteer.
(AMDA & FAN)




