USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kreativitas Tarian Mahasiswa PGSD USD, Gerakan yang Menggetarkan Pendidikan

diupdate: 9 tahun yang lalu


Sebagai guru SD masa kini tidaklah hanya membutuhkan kemampuan mengajar klasikal, namun kreativitas dalam bidang kesenian juga dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Hal inilah yang melatarbelakangi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan pentas kreativitas tari anak. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa angkatan 2015 PGSD USD pada hari Selasa-Rabu, 15-16 Mei 2018.
Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD USD dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa memang harus mengembangkan kreativitasnya agar dapat memberikan sumbangsih kepada dunia pendidikan. Sehingga pada saatnya sebagai calon guru dapat membimbing peserta didik untuk mengembangkan kreativitasnya pula.
Tari yang ditampilkan oleh mahasiswa PGSD USD ini ada sejumlah 50 kelompok. Setiap kelompok menampilkan tarian mereka dengan durasi 3-5 menit. Tema yang diambil dalam penampilan tari ini mengandung pesan moral di dalamnya. Hal ini diharapkan supaya nantinya seorang guru juga dapat mengajarkan bagaimana nilai moral dapat dikaitkan dengan gerakan-gerakan dari tarian.
Mikael Dia Wardana, selaku Ketua pelaksana pentas kreativitas tari anak ini menyampaikan bahwa dengan adanya dinamika selama dua bulan, dapat meningkatkan rasa kekeluargaan mahasiswa sembari berlatih untuk mencari gerakan tarian yang akan ditampilkan. Dengan diselenggarakannya pentas kreativitas tari anak ini, mahasiswa juga dapat mengembangkan kreativitas, semangat, dan rasa percaya dirinya agar semakin siap menjadi seorang guru. 
Ibu Candra selaku dosen Pendidikan Seni Tari mengatakan bahwa sebagai calon guru SD, mahasiswa harus mampu membuat materi pembelajaran tari untuk anak SD,  memiliki pengalaman berproses dalam penciptaan materi tersebut. Dimulai dari belum bisa menari kemudian belajar menari, membuat konsep tari, merangkai gerak, mentransfer ilmu pada rekan lain, termasuk mencari strategi untuk mengajari rekan lain yang belum bisa menari. “Mata kuliah ini tidak hanya berakhir pada bentuk nilai, tetapi hasilnya bisa diterapkan dalam jangka panjang.” tambah Bu Candra. 
(AMDA & FAN)

  kembali